Kota Bandung menjadi magnet bagi jutaan wisatawan selama periode libur Imlek 2026. Data terbaru dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung mencatat, sebanyak 1,5 juta unit kendaraan memadati ruas jalan masuk ke ibu kota Jawa Barat tersebut.

Pada saat yang sama, arus kendaraan yang meninggalkan Kota Bandung juga terpantau tinggi. “Pada saat yang sama, kendaraan yang meninggalkan Kota Bandung mencapai 1,3 juta unit,” ungkap Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hudi Arif, dalam keterangannya pada Selasa (17/2/2026).

Peningkatan volume lalu lintas ini terlihat jelas di beberapa titik vital, termasuk Gerbang Tol Pasteur, jalur wisata populer seperti Jalan Setiabudi, serta area pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan utama pengunjung. Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas kepolisian aktif melakukan pengaturan, penjagaan, dan rekayasa arus lalu lintas.

Selain itu, penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan juga gencar dilakukan. Langkah-langkah yang diambil bervariasi, mulai dari imbauan, teguran simpatik, hingga penegakan hukum bagi pelanggar. AKBP Hudi Arif menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban.

“Kami berharap masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas. Polrestabes Bandung selalu hadir memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya selama long weekend, demi terwujudnya kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas) yang aman dan lancar,” tandasnya.

Pengamanan Ibadah Imlek dan Patroli Vihara

Di sisi lain, situasi perayaan Imlek di Kota Bandung secara keseluruhan terpantau kondusif. Sejumlah vihara di kota tersebut dipadati umat yang melaksanakan ibadah sejak pagi hari. Setelah itu, aktivitas masyarakat bergeser ke pusat-pusat wisata dan perbelanjaan menjelang siang.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat yang beribadah, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Budi Sartono, sebelumnya telah melakukan patroli dan pengecekan langsung. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Vihara Samudera Bhakti di Jalan Kelenteng, yang merupakan salah satu vihara utama di pusat kota.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pengamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek 2026. Pemantauan ketat juga difokuskan pada kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama seluruh rangkaian perayaan berlangsung. Hingga kegiatan selesai, seluruh situasi dilaporkan tetap tertib dan terkendali.