Ledakan keras mengguncang Masjid Raya Pesona Regency di Jember pada Senin (19/3/2026) malam, menyebabkan kepanikan di kalangan jemaah dan warga yang sedang melaksanakan Salat Tarawih. Insiden ini mengakibatkan satu jemaah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kepanikan Jemaah dan Kerusakan Awal
Suara ledakan yang cukup kuat tersebut membuat jemaah dan warga yang sedang melaksanakan Salat Tarawih panik dan berhamburan keluar dari masjid. Ledakan bahkan dilaporkan terdengar hingga ke permukiman warga di sekitar lokasi kejadian di Perumahan Pesona Regency, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Ketua Takmir Masjid Pesona Raya, Fadil, menjelaskan bahwa ledakan terjadi di area fasilitas umum masjid, tepatnya di tempat wudhu laki-laki saat salat tarawih sedang berlangsung. “Ledakan terjadi saat salat tarawih. Ledakannya di tempat wudhu laki-laki. Suaranya sangat kencang sampai terdengar ke kampung sebelah,” ujarnya.
Fadil menambahkan, akibat peristiwa tersebut, satu orang jemaah menjadi korban. “Ada satu korban, sekarang berada di UGD. Pendengarannya terganggu akibat ledakan,” jelasnya.
Penyelidikan Kepolisian dan Status Quo Lokasi
Menanggapi insiden ini, Kepolisian Resor Jember segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, menyatakan bahwa area masjid saat ini telah ditetapkan status quo untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami mendapatkan informasi terkait adanya ledakan. Saat ini kami sedang melakukan penyidikan dan lokasi dilakukan status quo dengan perimeter pengamanan,” tutur AKP Angga Riatma.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi ledakan demi alasan keamanan. “Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak mendekat ke posisi ledakan tersebut,” imbuhnya.
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan penyebab maupun jenis benda yang meledak. Polisi masih menunggu kedatangan tim Penjinak Bom (Jibom) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Untuk dugaan sementara kami belum bisa menyimpulkan karena masih tahap awal. Besok kemungkinan dilakukan sterilisasi dan olah TKP lanjutan bersama tim Jibom,” jelas AKP Angga Riatma.
Dari pengamatan awal, polisi menemukan adanya kerusakan pada material logam di titik ledakan, tepatnya di bagian atap lantai satu tempat wudhu laki-laki. Untuk sementara waktu, kegiatan di masjid tersebut dihentikan guna menjaga keselamatan jemaah dan masyarakat sekitar.
