Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari mencatat sebanyak 27.532 penumpang telah tiba di berbagai dermaga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, hingga H+4 arus balik Lebaran 2026. Angka ini merupakan akumulasi kedatangan penumpang sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Kepala KSOP Kelas II Kendari Capt. Raman menjelaskan, seluruh penumpang masuk melalui empat pintu utama, yakni Pelabuhan Bungkutoko, Pangkalan Perahu, Pelabuhan Nusantara, dan pelabuhan feri Wawonii. Kondisi arus balik hingga saat ini terpantau normal.

Peningkatan Penumpang dan Antisipasi

Capt. Raman memastikan bahwa seluruh armada kapal tetap melayani penumpang sesuai rute masing-masing wilayah. “Hingga H+4 ini aktivitas arus balik berjalan normal. Seluruh armada kapal tetap melayani penumpang sesuai rute masing-masing wilayah,” kata Raman di Kendari, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, pada Rabu siang tercatat dua kapal yang mengangkut peserta mudik gratis asal Baubau dan Raha telah bersandar, yakni Express Cantika 07 dan Express Cantika 5E. Puncak arus balik diprediksi baru akan terjadi pada 28-29 Maret 2026.

Berdasarkan data, terjadi tren peningkatan jumlah penumpang yang signifikan pada tahun ini. Jika pada masa mudik tahun lalu kenaikan penumpang berada di angka 23 persen, pada periode Lebaran 2026 ini melonjak hingga 35 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan pada puncak arus balik, KSOP Kendari telah menyiagakan sebanyak 29 unit armada kapal. Gelombang terakhir peserta mudik gratis juga diprediksi akan kembali tiba di Kendari pada 1 April 2026.

Kondisi di lapangan menunjukkan kepadatan mulai terasa terutama pada rute Raha-Kendari. Sejumlah penumpang memilih moda transportasi kapal cepat sebagai jalur utama menuju ibu kota provinsi, termasuk untuk keperluan rujukan medis mendesak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kendari.

KSOP Kendari terus melakukan langkah pengawasan ketat dan koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran serta keamanan pelayaran selama periode sibuk arus balik di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.