Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah meluncurkan program Gebyar Ramadhan 2026 sebagai upaya konkret pengembangan ekonomi syariah di provinsi tersebut. Program ini juga memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup bagi masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala KPwBI Sulawesi Tengah, Irfan Sukarna, menyatakan di Palu pada Kamis (19/2/2026) bahwa, “Selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 kami melakukan langkah-langkah konkret pengembangan ekonomi syariah dengan melibatkan pelaku usaha.”
Fokus Tiga Pilar Utama Pengembangan Ekonomi Syariah
Irfan menjelaskan, program Gebyar Ramadhan mengintegrasikan tiga pilar utama. Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah melalui Halal Value Chain dengan menyediakan akses pasar bagi UMKM binaan dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.
Kedua, penguatan syariah, termasuk perluasan pembiayaan syariah bagi UMKM serta akselerasi digitalisasi ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf).
Ketiga, penguatan literasi dan inklusi ekonomi syariah, serta promosi halal lifestyle. Hal ini diwujudkan melalui berbagai kompetisi kreatif, dakwah, konten, adzan, dan Sharia Youth Competition (SYC).
Irfan menambahkan, selama momen Ramadhan, program tersebut mencakup tabligh akbar, seminar perluasan ZISWAF, dan sosialisasi ekonomi syariah. “Selama momen Ramadhan program itu mencakup tabligh akbar, seminar perluasan ZISWAF, dan sosialisasi ekonomi syariah yang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BI dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.
Melalui kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) serta Gebyar Ramadhan 2026, BI berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“UMKM salah satu sektor penggerak ekonomi daerah, maka kami juga berkewajiban melakukan pembinaan supaya mereka bisa naik kelas,” ucap Irfan.
Layanan Penukaran Uang Rupiah Capai Rp2,86 Triliun
Selain program pengembangan ekonomi syariah, KPwBI Sulteng juga menyediakan layanan penukaran uang Rupiah semua pecahan senilai Rp2,86 triliun selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Layanan ini merupakan upaya BI untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan berkualitas layak edar, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Nominal uang kartal yang disediakan pada Ramadhan 1447 H ini meningkat 39 persen dibandingkan Ramadhan 1446 H yang sebesar Rp2,24 triliun. Layanan penukaran uang telah dimulai sejak 18 Februari hingga 13 Maret 2026, tersebar di 26 titik di Kota Palu, Poso, Bungku (Kabupaten Morowali), Luwuk (Kabupaten Banggai), hingga Pasangkayu di wilayah perbatasan Sulteng dengan Sulawesi Barat.
Peningkatan jumlah uang yang disediakan mempertimbangkan berbagai aspek sosial ekonomi. “Peningkatan itu mempertimbangkan berbagai aspek sosial ekonomi yakni pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI/Polri, sektor swasta, tradisi berbagi di kalangan warga Sulteng,” kata Irfan menuturkan.
