Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dipastikan tetap berlanjut selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Kebijakan ini memastikan siswa tetap menerima asupan gizi meskipun dalam suasana ibadah puasa.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palu, Yudhi Riandy, menegaskan bahwa program tersebut tidak berhenti. “Pada prinsipnya program MBG ini tetap berjalan dengan ketentuan makanan ringan dan bebas Ultra-Processed Food (UPF),” kata Yudhi saat dihubungi di Sigi pada Jumat, 20 Februari 2026.
Yudhi menjelaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan pedoman khusus untuk penyelenggaraan MBG selama Ramadhan. “Jadi pedoman itu untuk memberikan acuan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia terkait distribusi MBG di bulan Ramadhan,” ucapnya.
Pedoman tersebut mengatur distribusi yang berbeda. Untuk SPPG dengan mayoritas siswa non-Muslim yang tidak berpuasa, program MBG dapat berjalan normal melalui koordinasi dengan pihak sekolah. Sementara itu, siswa Muslim akan tetap menerima paket MBG Ramadhan yang disesuaikan.
“Distribusi MBG selama bulan Ramadhan mengikuti hari efektif belajar yang sudah ditetapkan pemerintah daerah,” imbuh Yudhi. Paket MBG Ramadhan ini dirancang berupa makanan ringan yang aman, praktis, tahan lama, dan tetap memenuhi kaidah gizi seimbang.
Distribusi paket MBG Ramadhan akan dilakukan pada hari efektif sekolah, yakni mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Yudhi memberikan contoh isi paket tersebut, antara lain:
- Roti, telur ayam, susu, kurma, dan jeruk.
- Roti, minuman sereal instan bernutrisi, kurma, telur ayam, dan jeruk.
- Bubur kacang hijau, telur ayam, kurma, dan susu.
- Sari gandum, susu, kurma, dan telur puyuh.
Pembagian paket-paket ini akan menggunakan kantong totebag.
Saat ini, Kabupaten Sigi memiliki 16 unit SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan, meliputi Sigi Biromaru, Nokilalaki, Kulawi, Gumbasa, Dolo Barat, Dolo, Kinovaro, dan Marawola.
