Kota Semarang dinilai memiliki posisi strategis dan kesiapan teknis yang memadai untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026. Penilaian ini mengemuka setelah tim Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia melakukan survei kelayakan venue di Kota Semarang pada Rabu, 4 Februari 2026.

Kesiapan Teknis dan Tata Ruang Venue

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kemenag RI, Rizal Ahmad Rangkuty, menjelaskan bahwa survei difokuskan pada berbagai aspek krusial. “Tim membahas penataan 24 majelis lomba, dengan sekitar 13 majelis difungsikan untuk registrasi awal. Pengaturan ruang tunggu peserta juga disesuaikan dengan jadwal kedatangan kafilah dari berbagai provinsi,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, pengaturan ruang tunggu yang memadai sangat diperlukan mengingat kedatangan kafilah akan berlangsung bertahap. Hal ini bertujuan untuk mencegah penumpukan dan memastikan kenyamanan peserta. Pemanfaatan area terbuka maupun tenda besar juga dipertimbangkan, asalkan memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan mitigasi cuaca. “Prinsipnya fleksibel, yang penting representatif dan peserta merasa nyaman,” tegas Rizal.

Keunggulan Lokasi PRPP Semarang

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Setda Provinsi Jawa Tengah, Agung Priyono, menyoroti keunggulan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang. Lokasi PRPP dinilai sangat strategis karena kedekatannya dengan bandara.

“Setibanya di bandara, kafilah bisa langsung menuju PRPP untuk registrasi. Jarak yang dekat ini menjadi nilai tambah dan memudahkan mobilisasi peserta,” ungkap Agung.

Ia juga menyebutkan bahwa fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan, pencahayaan, area antrean, layanan konsumsi, hingga ruang istirahat sementara terus menjadi perhatian untuk disempurnakan. Unsur arsitektur gedung yang menampilkan ciri khas Jawa juga dianggap memberikan nilai tambah visual dan mendukung kebutuhan dokumentasi acara.

Momentum Bersejarah bagi Semarang

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan optimisme tinggi terhadap kesiapan kotanya. Ia menegaskan bahwa Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. “Kota Semarang siap menyelenggarakan MTQ Nasional 2026. Terakhir kali Semarang menjadi tuan rumah adalah pada tahun 1979, sehingga MTQ ini menjadi momentum bersejarah untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik dan berkualitas,” kata Agustina.

Pemerintah Kota Semarang akan mengerahkan seluruh potensi daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat. Hal ini dilakukan agar MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 dapat berjalan sukses dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Kota Semarang dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, dengan penyelenggaraan yang tertib, nyaman, representatif, dan berkesan bagi seluruh peserta dan masyarakat.