Dua korban kapal tenggelam KLM Nur Ainun Balqis di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dinyatakan hilang setelah operasi pencarian selama tujuh hari dihentikan. Keputusan ini diambil setelah tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga Minggu, 22 Februari 2026.
Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa penghentian pencarian dilakukan setelah musyawarah dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat. “Hari ke tujuh operasi SAR, korban belum ditemukan. Hingga Pukul 15.45 Wita tim SAR gabungan bersama pihak keluarga dan pemerintah setempat bermusyawarah kemudian bersepakat kegiatan pencarian dihentikan,” kata Muh Rizal di Palu, Minggu.
Meskipun operasi SAR dihentikan, Muh Rizal menegaskan bahwa pemantauan akan tetap dilanjutkan. Apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan dibuka kembali. Sementara itu, unsur-unsur SAR yang terlibat akan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Selama tujuh hari pencarian, tim gabungan menggunakan KN SAR Baladewa dan dibantu kapal nelayan. Operasi SAR hari terakhir dimulai Pukul 07.30 Wita dari dermaga KN SAR Baladewa di Kota Palu, dengan radius pencarian dipersempit sekitar 50 mil laut. Tim menghadapi kendala karena posisi tepat tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis tidak diketahui, sehingga menyulitkan upaya penyisiran.
Kapal KLM Nur Ainun Balqis dilaporkan mengangkut lima orang. Tiga di antaranya, Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Mukain (47), berhasil ditemukan selamat oleh nelayan Donggala. Namun, dua korban lainnya, Guswan (47) dan Adam (20), hingga kini masih dinyatakan hilang.
Insiden tenggelamnya kapal ini terjadi saat KLM Nur Ainun Balqis berlayar dari Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara, menuju Pelabuhan Orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar Pukul 02.00 Wita, kapal dihantam ombak besar di tengah perjalanan di Selat Makassar. “Di tengah perjalanan saat berada di Selat Makassar kapal dihantam ombak dan mengalami oleng hingga tenggelam, seluruh penumpang sekaligus awak kapal melompat ke kalut menyelamatkan diri,” jelasnya.
