Mataram – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat untuk segera memperbaiki ruas jalan di Sekotong, Lombok Barat. Kerusakan jalan yang diakibatkan cuaca ekstrem akhir Januari 2026 ini telah menghambat distribusi limbah medis berbahaya.

Sekretaris Komisi IV DPRD NTB, Hasbullah Muis Konco, menekankan pentingnya penanganan cepat. “Kami minta segera diperbaiki. Jangan tunggu kerusakan lebih parah,” tegas Konco di Mataram, Rabu (18/2/2026).

Menurut Konco, jika tidak segera diperbaiki, dampaknya akan meluas, tidak hanya memperparah kerusakan infrastruktur tetapi juga mengganggu operasional pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). “Saya dengar untuk sementara ini pengangkut sampah B3 tidak dapat menuju lokasi pengolahan karena jalannya rusak,” ujarnya.

Ruas jalan provinsi di wilayah Sekotong, Lombok Barat, memang dikenal rawan rusak, terutama karena ketiadaan drainase. Kondisi ini menyebabkan jalan mudah tergenang banjir dan amblas saat hujan lebat. “Jadi, rawan amblas seperti sekarang ini,” tambah Konco.

Cuaca ekstrem yang melanda beberapa waktu lalu mempercepat kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. Salah satu titik terparah berada di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, di mana jalan provinsi terbelah dan amblas setelah hujan deras akhir Januari. Akibatnya, akses jalan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat, melumpuhkan operasional Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Sampah B3 milik Pemerintah Provinsi NTB.

Anggota Komisi IV DPRD NTB lainnya, Abdul Rahim, menambahkan bahwa pembangunan jalan provinsi di wilayah selatan Lombok Barat harus menjadi perhatian serius Dinas PUPR NTB. Ia menegaskan, ini adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTB. “Kami minta ini jadi prioritas tahun depan. Harus ada peningkatan dan pelebaran jalan. Termasuk satu paket dengan drainase-nya,” kata Rahim, merujuk pada usulan DPRD agar proyek ini menjadi skala prioritas pada tahun 2026.

Selain Sekotong, Rahim juga menyoroti ruas jalan Rembiga-Pemenang yang rawan longsor dari sisi bukit saat musim hujan, seperti insiden yang terjadi awal Januari. Oleh karena itu, ia meminta tim Dinas PUPR untuk siaga penuh menghadapi ancaman kerusakan infrastruktur selama musim hujan ini.