Skuad Malut United FC melakukan ziarah ke Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sebelum melakoni laga tandang kontra Arema FC dalam lanjutan pekan ke-26 BRI Super League. Kunjungan ini menjadi momen refleksi atas Tragedi Kanjuruhan yang memilukan.

Para pemain dan staf pelatih Malut United mendatangi Pintu 13 pada Kamis (2/4) sore, sehari sebelum pertandingan resmi digelar. Gerbang tersebut dikenal sebagai simbol duka mendalam bagi para korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

“Kami berkunjung ke Pintu 13 dan berdoa bersama. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” ujar Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengenai kunjungan timnya.

Tragedi Kanjuruhan, yang terjadi menyusul kerusuhan pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, menewaskan sedikitnya 135 orang. Insiden ini tercatat sebagai salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia.

Beberapa catatan menyebutkan bahwa Tragedi Kanjuruhan merupakan bencana sepak bola paling mematikan kedua di dunia, setelah tragedi Estadio Nacional di Peru pada tahun 1964 yang merenggut 328 nyawa.

Adapun laga pekan ke-26 BRI Super League antara Arema FC dan Malut United sendiri telah berlangsung pada Jumat (3/4) kemarin, dengan sepak mula pukul 15.30 WIB.