Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mengaktifkan 24 titik sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang, memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Langkah cepat ini merupakan respons atas arahan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dengan sumur-sumur bor tersebut kini mulai dimanfaatkan warga.

Kabag Penum Ropenmas Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimurlan, pada Sabtu (20/12/2025) menegaskan bahwa tim di lapangan terus melakukan monitoring serta analisis dan evaluasi (anev) secara intensif di Posko Polri. Hal ini dilakukan guna memastikan distribusi air bersih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hingga hari ini, total 24 sumur bor Polri telah aktif dan dimanfaatkan langsung, terutama di wilayah dengan kebutuhan air bersih paling mendesak,” jelas Erdi.

Pada hari ketiga pasca-arahan Kapolri, Polri memfokuskan pengerjaan di tujuh titik lokasi baru. Lokasi-lokasi ini mencakup tempat ibadah hingga sekolah, dengan tujuan mempercepat pemulihan aktivitas sosial masyarakat di Aceh Tamiang.

Pembangunan 24 sumur bor yang telah aktif ini merupakan bagian dari misi besar Polri untuk membangun total 209 sumur bor khusus di Aceh Tamiang. Secara keseluruhan, Polri menargetkan 338 fasilitas serupa di seluruh Provinsi Aceh.

Selain pemenuhan air bersih, Polri juga tengah mempercepat pembangunan fasilitas sanitasi sebagai langkah preventif terhadap penyakit berbasis lingkungan. Sebanyak 15 unit MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dialokasikan khusus untuk Aceh Tamiang, melengkapi sebaran fasilitas sanitasi di titik-titik terdampak lainnya di Pulau Sumatra.

Komitmen Polri melalui langkah cepat dan berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menghadirkan negara secara nyata bagi warga yang tengah berupaya bangkit dari hantaman bencana di Aceh Tamiang.