Kolam Renang Tirto Sagoro 14 di Gedangan, Sidoarjo, pada Selasa (10/02/2026) berubah menjadi arena kompetisi sengit bagi para prajurit Brigade Infanteri 2 Marinir (Brigif 2 Marinir). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, satuan elite ini menggelar lomba Renang Ponco yang menguji ketangkasan dan daya tahan fisik.

Lomba Renang Ponco ini bukan sekadar ajang adu kecepatan biasa. Setiap peserta diwajibkan menempuh lintasan sejauh 50 meter sambil memanggul perlengkapan tempur lengkap yang dikemas dalam ponco. Beban tersebut meliputi pakaian dinas lapangan, sepatu, helm, hingga tas ransel, menyerupai kondisi di medan operasi sesungguhnya.

Kemampuan Renang Ponco merupakan salah satu keahlian dasar yang krusial bagi prajurit Korps Marinir. Sebagai satuan matra laut, kesiapan untuk bergerak efektif di berbagai wilayah perairan seperti sungai, rawa, hingga laut adalah sebuah keharusan mutlak. Lomba ini menjadi simulasi nyata bagaimana prajurit harus tetap lincah dan efisien meski membawa beban berat di medan yang menantang.

Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir, Kolonel Marinir Aang Andy Warta, menjelaskan bahwa kompetisi ini berfungsi sebagai parameter keberhasilan pembinaan satuan. Fokus utama lomba mencakup efisiensi gerak, pengelolaan napas yang presisi, serta penguatan daya tahan fisik prajurit saat berada di dalam air.

Pentingnya Renang Ponco bagi Prajurit Amfibi

“Renang ponco adalah bagian integral dari pembinaan agar prajurit selalu siap menghadapi medan operasi yang didominasi unsur perairan. Ini adalah fondasi kesiapan tempur prajurit amfibi,” tegas Kolonel Marinir Aang Andy Warta.

Peserta lomba merupakan perwakilan terpilih dari masing-masing Satuan Pelaksana (Satlak) di bawah jajaran Pasmar 2. Selain untuk meraih prestasi, ajang ini juga menjadi ruang untuk membakar semangat juang dan jiwa korsa antar-prajurit.

Melalui ketangkasan yang ditunjukkan di Tirto Sagoro 14, Brigif 2 Marinir menegaskan posisinya sebagai satuan yang siap menjawab tantangan tugas ke depan. Kualifikasi tempur yang mumpuni, baik di darat maupun di air, menjadi bukti kesiapan mereka.