PADANG – Operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M dari Embarkasi Padang resmi berakhir setelah Kelompok Terbang (Kloter) 14 lepas landas pada Sabtu (9/5). Kloter pamungkas ini membawa jemaah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dengan nomor penerbangan GIA 35014 yang mengangkut Kloter 14 bertolak dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada pukul 09.45 WIB. Keberangkatan ini 35 menit lebih cepat dari jadwal semula pukul 10.10 WIB.
Sejumlah pejabat turut hadir melepas keberangkatan kloter terakhir ini, di antaranya Anggota DPR RI Andre Rosiade, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki, Kabiro Kesra Edi Dharma, Kepala Otoritas Bandara, Kepala BKK, Kepala UPT Asrama Haji, serta pimpinan dari Garuda Indonesia, Angkasa Pura, Gapura, dan jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang.
Pemberangkatan Berjalan Lancar
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menegaskan bahwa keberangkatan Kloter 14 menandai tuntasnya seluruh rangkaian operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Padang tahun ini.
“Alhamdulillah seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar. Hari ini menjadi penerbangan terakhir Embarkasi Padang menuju Tanah Suci,” ujar Rifki.
Rifki menjelaskan, Kloter 14 merupakan “kloter sapu jagat” atau kloter gabungan yang menghimpun jemaah dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, serta tujuh jemaah dari Bengkulu. Kloter ini juga mengakomodasi jemaah yang sebelumnya belum dapat diberangkatkan pada kloter awal. Total 287 jemaah dan petugas diberangkatkan dalam kloter terakhir ini.
Total Jemaah dan Kendala Operasional
Secara keseluruhan, Embarkasi Padang pada tahun 2026 telah memberangkatkan 5.374 jemaah dan petugas menuju Arab Saudi. Jumlah tersebut terdiri dari 2.175 jemaah pria dan 3.199 jemaah wanita.
Selama proses operasional, Rifki mencatat adanya dua open seat atau kursi kosong. Hal ini disebabkan oleh jemaah yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit saat tiba di Embarkasi, sehingga tidak memungkinkan untuk diberangkatkan.
“Kalau kondisi jemaah belum memungkinkan berangkat tahun ini, hak hajinya tetap ada dan bisa diberangkatkan kembali tahun depan. Jika tidak memungkinkan, porsinya juga bisa dilimpahkan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Selain itu, Embarkasi Padang juga mencatat dua jemaah wafat di Tanah Suci selama musim haji tahun ini. Kedua jemaah tersebut telah dimakamkan di Madinah. Pemerintah memastikan seluruh hak jemaah yang wafat tetap dipenuhi.
“Jemaah yang wafat tetap mendapatkan hak-haknya, termasuk badal haji dan asuransi. Nanti akan kita serahkan kepada pihak keluarga,” tambah Rifki.
Perhatian Khusus untuk Jemaah Kloter 14
Kloter 14 memiliki karakteristik jemaah yang beragam, dengan perhatian khusus bagi kelompok rentan. Terdapat 76 jemaah lanjut usia (lansia), 12 jemaah berisiko tinggi, 12 pengguna kursi roda, serta tiga jemaah pengguna tongkat. Petugas akan memberikan pendampingan maksimal untuk kelompok ini.
Jemaah tertua pada kloter ini adalah Nurmaliis Sutan Sati (82 tahun) asal Kota Padang, sementara jemaah termuda adalah Keysha Azura (19 tahun) asal Bengkulu.
Petugas yang mendampingi Kloter 14 meliputi:
- Ketua Kloter: Muhammad Al Amin
- Pembimbing Ibadah: Tri Andriani Djusair
- Dokter: Ziqka Aftiza Zuzafni
- Paramedis: Dewi Aurara Sonia
Pembimbing Ibadah Kloter 14, Tri Andriani Jusair, menegaskan komitmen petugas dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi lansia dan perempuan.
“Bagi kami, melayani jemaah adalah kemuliaan. Insya Allah tagline ramah perempuan, lansia, dan disabilitas benar-benar kami hadirkan dalam pelayanan ibadah haji tahun ini,” katanya.
Jemaah Kloter 14 dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 19 Juni 2026 dan akan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau.
