TULUNGAGUNG, Jumat (13/2/2026) – Klenteng Tjoe Tik Kiong di Tulungagung mulai berhias dan menggelar serangkaian ritual untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Pemasangan ratusan lampion merah dan ritual pembersihan abu dupa telah dilakukan sebagai penanda dimulainya persiapan.

Salah satu ritual pembuka yang telah digelar adalah “ayak abu”, yakni proses membersihkan abu dupa dari setiap bokor di altar klenteng. Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Tjio Jingjing, menjelaskan bahwa ritual ini menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan Imlek.

“Ayak abu” dilakukan setelah ritual sembahyang Sang Sin, momen ketika para dewa diyakini naik ke nirwana beberapa hari sebelum Imlek. Tjio Jingjing menegaskan bahwa tradisi bersih-bersih hanya boleh dilakukan sebelum Imlek. Setelah tahun baru tiba, aktivitas seperti menyapu atau membuang sampah justru dihindari karena dipercaya dapat membuang rezeki.

“Kalau menjelang Imlek kita memang tradisinya harus bersih-bersih. Jadi nanti kalau kita sudah Imlek, kita tidak boleh bersih-bersih. Kita menyapu pun juga enggak boleh. Sampah itu istilahnya ditaruh dulu, besoknya baru boleh dibuang,” ujar Tjio Jingjing pada Kamis (12/2/2026).

Selain ritual, pengurus klenteng juga sibuk menghias area dengan memasang 250 lampion. Lampion-lampion berwarna merah ini dipasang di berbagai titik, mulai dari altar hingga halaman klenteng. Warna merah pada lampion melambangkan rezeki dan kesuksesan, sementara cahaya yang memancar menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta doa agar hubungan keluarga tetap harmonis.

Lampion-lampion tersebut didatangkan dari Jakarta. “Lampion kita kiriman dari Jakarta. Bukan sumbangan langsung, tapi kelenteng menyediakan. Yang besar seharga 500 ribu, yang kecil 200 ribu. Tahun ini jumlahnya sama dengan tahun lalu,” terang Tjio Jingjing.

Rangkaian persiapan akan berlanjut dengan ritual penggantian baju dewa. Prosesi ini dijadwalkan pada 15 Februari mendatang, di mana baju para dewa yang mayoritas berwarna kuning akan diganti dengan warna merah.

“Tanggal 15 kita akan melakukan ritual penggantian baju dewa untuk perayaan Imlek,” pungkas Tjio Jingjing.