Pembalap muda Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, Andrea Kimi Antonelli, mencetak sejarah dengan merebut pole position pada sesi kualifikasi F1 GP China 2026, Sabtu (14/3/2026). Keberhasilan ini diraih Antonelli setelah rekan setimnya, George Russell, yang sebelumnya difavoritkan, mengalami masalah teknis krusial di sesi penentuan Q3.

Berkat hasil gemilang ini, Antonelli tidak hanya mengamankan pole pertamanya di Formula One, tetapi juga memecahkan rekor sebagai polesitter termuda dalam sejarah F1. Ia melampaui catatan yang sebelumnya dipegang oleh Sebastian Vettel.

Drama Teknis Hantam George Russell di Q3

Sesi Q3 di Shanghai International Circuit diwarnai drama ketika George Russell, pemuncak klasemen sementara musim ini, melaporkan masalah pada sayap depan mobil Mercedesnya. Situasi semakin tegang saat mobilnya berhenti di lintasan, tepat ketika ia bersiap untuk memulai percobaan lap cepat terakhirnya.

Tim Mercedes berjuang keras untuk mengatasi masalah tersebut, memastikan Russell memiliki kesempatan terakhir untuk mencatatkan waktu. Upaya tim membuahkan hasil, memungkinkan Russell kembali ke lintasan. Namun, lap yang dicatat Russell masih terpaut 0,222 detik dari waktu Antonelli, memaksanya puas memulai balapan dari posisi kedua.

Antonelli Manfaatkan Kesempatan Emas

Kesempatan yang terbuka akibat masalah Russell dimanfaatkan secara sempurna oleh Antonelli. Pembalap asal Italia berusia 19 tahun itu berhasil mencatatkan waktu terbaik yang tidak mampu disalip oleh rival-rivalnya hingga akhir sesi kualifikasi.

Pole perdana ini menjadi tonggak penting bagi Antonelli yang baru menjalani musim debutnya bersama Mercedes. Selain itu, ia juga mengukir namanya dalam sejarah sebagai polesitter termuda F1, mengalahkan rekor yang sebelumnya dicetak Vettel pada tahun 2008.

Ferrari dan McLaren Kuasai Baris Berikutnya

Di belakang duo Mercedes, pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, akan memulai balapan dari posisi ketiga. Hamilton mencatatkan waktu hanya terpaut 0,351 detik dari pole Antonelli, berhasil mengungguli rekan setimnya, Charles Leclerc, yang menempati posisi keempat. Hasil ini menempatkan Ferrari di baris kedua grid.

Tim McLaren juga menunjukkan performa solid dengan menempatkan kedua mobilnya di baris ketiga. Oscar Piastri berhasil lebih cepat dari juara dunia bertahan Lando Norris, mengamankan posisi kelima. Sementara Norris akan memulai balapan dari posisi keenam.

Pembalap Alpine F1 Team, Pierre Gasly, kembali tampil impresif dengan mengamankan posisi ketujuh, menunjukkan konsistensi performanya.

Verstappen Kesulitan, Red Bull di Tengah

Juara dunia empat kali, Max Verstappen, mengalami sesi kualifikasi yang sulit bersama Red Bull Racing. Verstappen hanya mampu menempati posisi kedelapan, terpaut hampir satu detik dari waktu pole Antonelli. Rekan setimnya, Isack Hadjar, berada di posisi kesembilan, sementara pembalap Haas F1 Team, Ollie Bearman, melengkapi sepuluh besar.

Persaingan Ketat di Q2 dan Q1

Pertarungan menuju Q3 berlangsung sangat ketat di sesi Q2. Pembalap Audi Formula 1 Team, Nico Hulkenberg, gagal lolos ke Q3 dengan selisih tipis, hanya 0,002 detik. Sementara itu, pembalap Alpine F1 Team, Franco Colapinto, juga nyaris menembus Q3 namun harus puas di posisi ke-12 setelah terpaut 0,005 detik dari batas lolos.

Sesi Q2 sempat terganggu ketika pembalap Audi, Gabriel Bortoleto, mengalami spin di tikungan terakhir. Insiden ini memicu bendera kuning ganda dan memengaruhi percobaan terakhir beberapa pembalap.

Di sesi Q1, tim Williams Racing kembali gagal meloloskan mobilnya. Carlos Sainz hanya mampu mencatat waktu terbaik untuk posisi ke-17, sementara rekan setimnya, Alex Albon, berada di posisi ke-18. Albon secara blak-blakan menyebut mobil FW48 miliknya “sangat buruk”.

Juara dunia dua kali, Fernando Alonso, juga menghadapi sesi kualifikasi yang sulit bersama Aston Martin F1 Team, menempati posisi ke-19. Di bagian belakang grid, tim pendatang baru Cadillac Formula 1 Team mencatat momen kecil ketika Valtteri Bottas berhasil mengungguli pembalap Aston Martin, Lance Stroll. Namun, rekan setim Bottas, Sergio Perez, harus puas berada di posisi terakhir setelah tertinggal hampir empat detik dari waktu tercepat.