Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang menunjukkan kekhusyukan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Berbagai kegiatan keagamaan intensif digelar, baik di dalam Lapas maupun di lokasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum.
Di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Malang, salat tarawih diikuti oleh ratusan warga binaan setiap malam selama Ramadan. Selain itu, ibadah tadarus pembacaan Alquran juga dilaksanakan secara bergiliran per blok hunian. Skema ini diterapkan untuk menjaga ketertiban serta mengendalikan kapasitas masjid. Tak sedikit dari mereka yang terlihat meneteskan air mata, teringat akan dosa-dosa yang telah diperbuat.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menjelaskan bahwa pengaturan ini memastikan seluruh warga binaan dapat beribadah secara optimal. “Bagi blok yang belum mendapatkan giliran menggunakan masjid, warga binaan tetap melaksanakan salat Tarawih dan tadarus di blok masing-masing dengan pengawasan petugas,” ujar Teguh pada Selasa (24/2/2026). Menurutnya, skema ini dijalankan untuk memastikan seluruh warga binaan tetap dapat menjalankan ibadah secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan. Suasana religius terasa merata di setiap sudut lapas, baik di masjid maupun di lingkungan blok hunian.
Sementara itu, di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Malang yang berfungsi sebagai tempat asimilasi, pelaksanaan ibadah Ramadan juga berjalan khusyuk. Salat wajib, salat tarawih, dan tadarus Alquran dilakukan di musala yang terletak di perbukitan, menawarkan suasana ibadah yang berbeda dengan udara segar.
Usai pelaksanaan tadarus, baik di dalam Lapas maupun di SAE Ngajum, seluruh warga binaan mengikuti apel malam. “Petugas melakukan cek fisik serta penghitungan jumlah penghuni sebagai bagian dari prosedur pengamanan yang wajib dilaksanakan,” tegas Teguh.
Teguh menambahkan, seluruh kegiatan berlangsung tertib dan kondusif sesuai standar operasional yang berlaku, dengan sinergi antara petugas pembinaan dan pengamanan menjadi prioritas selama Ramadan. Ia berharap, kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi para warga binaan. “Saya berharap kegiatan ini mampu menguatkan keteguhan hati saudara-saudara sekalian dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan, serta menjadikan masa pidana bukan sebagai penghambat untuk terus mendekatkan hati kepada Sang Pencipta,” pungkas Teguh.
