Pertandingan krusial antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 dipastikan tidak akan digelar di Jakarta. Laga yang seharusnya menjadi sorotan tersebut resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (10/5) pukul 15.30 WIB.

Keputusan ini menuai kekecewaan mendalam dari pihak Persija Jakarta. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persija, Ferry Indrasjarief, mengungkapkan rasa frustrasinya saat ditemui awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5).

Ferry Indrasjarief: “Kecewa Sekali”

Kecewa sekali, padahal kami sudah berupaya bekerja sama dengan Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter sudah bagus. Boleh dibilang selama musim ini kami tidak ada kejadian apa pun yang berarti sehingga membuat PSSI ataupun liga khawatir dengan kondisi ini,” ujar Ferry, yang akrab disapa Bung Ferry, menegaskan.

Pemindahan lokasi pertandingan ini terjadi setelah pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian untuk laga tersebut di Jakarta. Operator liga, I.League, kemudian memutuskan Stadion Segiri sebagai alternatif.

Kekhawatiran Keamanan Pasca-May Day

Menurut Ferry, pihak kepolisian menyampaikan kekhawatiran akan potensi gangguan keamanan, khususnya pasca-perayaan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei lalu. “Tadi sudah dibilang ya bahwa setelah May Day ada indikasi akan ada lagi, kemungkinan mereka khawatir seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, insiden penangkapan lebih dari seratus orang di Bandung baru-baru ini juga menjadi pertimbangan. “Kemarin ada kejadian di Bandung, kan, ada seratus orang lebih yang ditangkap. Mungkin dari hasil interogasi itu mereka menganggap bahwa Jakarta rawan,” tambah Ferry.

Sebelum akhirnya diputuskan di Samarinda, Bung Ferry menyebutkan bahwa pihak liga sempat menawarkan dua opsi lokasi lain, yakni Jepara atau Surabaya, sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan.