GESIT News – Lombok Tengah – Sebuah inovasi ramah lingkungan di pelosok Lombok Tengah kini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan mancanegara maupun lokal. Bukan karena kemewahan fasilitas wisata, melainkan melalui sebuah workshop kreatif yang berhasil menyulap batang bambu menjadi lembaran kertas seni bernilai tinggi.

Kegiatan pembuatan kertas handmade ini menarik perhatian karena menggunakan bahan dasar serat bambu muda lokal yang melimpah. Para wisatawan, terutama dari Prancis, Eropa, dan Australia, terpukau dengan proses produksinya yang masih tradisional serta bebas bahan kimia.

“Kami ingin menawarkan sesuatu yang berbeda dari sekadar wisata pantai. Di sini, wisatawan bisa merasakan langsung bagaimana alam Lombok memberikan manfaat luar biasa,” ujar Jamain, salah satu pengelola bengkel kreatif di kawasan Batu Grompong, Dusun Bajur, Desa Bujak, Kecamatan Batukeliang, Lombok Tengah, Jumat (13/2/2026).

Proses pembuatan kertas bambu dimulai dengan memotong bambu muda sesuai ukuran wadah, kemudian direbus selama lima hingga enam jam. Tahapan ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik bagi wisatawan, karena mereka diberi kesempatan menumbuk bambu hingga menjadi bubur kertas atau pulp. Bubur tersebut kemudian disaring menggunakan bingkai kayu tradisional di atas bak air, sebelum akhirnya dijemur hingga kering.

Hasilnya berupa lembaran kertas bertekstur kasar dengan nilai estetika tinggi. Kertas bambu ini umumnya dimanfaatkan sebagai bahan kartu ucapan, jurnal, hingga media karya seni lukis.

Meningkatnya minat wisatawan asing terhadap kertas bambu ini dipicu oleh tren wisata berkelanjutan. Bagi mereka, suvenir berbahan bambu dinilai lebih bernilai karena bambu merupakan tanaman yang cepat tumbuh dan tidak merusak hutan kayu.

“Ini kerajinan yang sangat otentik. Saya tidak menyangka bambu yang biasanya saya lihat hanya digunakan sebagai pagar bisa menjadi kertas seindah ini,” ungkap Rafi Ardi Pratama, mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, yang turut mencoba proses pencetakan kertas.

Hingga saat ini, workshop kertas bambu di Lombok Tengah telah memasarkan produknya ke dalam dan luar negeri melalui sistem kontrak sejak Juli 2024. Harga kertas bambu tersebut mencapai Rp60.000 per lembar, sementara 120 lembar dapat menghasilkan omzet hingga Rp1 juta. Adapun harga produk buku berbahan kertas bambu dibanderol hingga Rp225.000 per buah.

Selain bernilai ekonomis, kertas bambu ini juga ramah lingkungan dan dapat didaur ulang jika rusak. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas lokal mampu bersaing dan mendapat tempat di pasar pariwisata global.

Penulis: Abdul Barri