Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus mengintensifkan upaya untuk memperkuat posisi seni rupa nasional di panggung global. Melalui platform “Rising Currents” yang menjadi bagian dari program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, Indonesia hadir dalam ajang Art Central Hong Kong (ACHK) 2026. Inisiatif ini bertujuan menempatkan ekosistem seni rupa Indonesia dalam arus percakapan seni kontemporer dunia.
Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Ekosistem Seni Rupa Global
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kehadiran “Rising Currents” di ACHK 2026 merupakan langkah strategis. “Hadirnya ‘Rising Currents’ di Art Central Hong Kong 2026 menandai langkah penting MTN Seni Budaya dalam menempatkan ekosistem seni rupa Indonesia dalam arus percakapan global. Lebih dari sekadar kehadiran, ini adalah upaya membangun ekosistem budaya yang memungkinkan talenta seni rupa Indonesia tumbuh berkelanjutan, menjalin jejaring, dan beresonansi dalam lanskap seni kontemporer dunia,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, penguatan ekosistem seni rupa nasional menjadi bagian integral dari agenda pemajuan kebudayaan dan diplomasi budaya Indonesia. “Kehadiran Indonesia dalam ‘Rising Currents’ di Art Central Hong Kong 2026 merupakan penegasan bahwa seni rupa Indonesia harus semakin maju, semakin berdaya saing, dan semakin diperhitungkan di panggung dunia,” tegasnya.
MTN Seni Budaya: Jembatan Talenta ke Panggung Internasional
MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan. Program ini dirancang untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus membuka akses ke berbagai peluang pengembangan kapasitas dan pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kerangka MTN Seni Budaya, tahap Rekognisi Internasional menjadi kelanjutan setelah fase Pembibitan dan Pengembangan. Tahap ini secara khusus membuka jalan bagi talenta unggulan Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang internasional, dengan tujuan memperluas eksposur, memperkuat jejaring global, dan meningkatkan posisi Indonesia dalam lanskap seni dunia.
Platform “Rising Currents” sendiri merepresentasikan keberagaman praktik seni rupa kontemporer Indonesia. Inisiatif ini juga membangun konektivitas antara ekosistem seni budaya nasional dengan platform internasional seperti ACHK, melibatkan 17 talenta seni rupa unggulan Indonesia serta delapan galeri seni dari Tanah Air.
Perkuat Konektivitas dan Keberagaman Praktik Artistik
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyoroti peran penting konektivitas antar galeri. “MTN Seni Budaya Melalui ‘Rising Currents’, kita tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga memperkuat konektivitas antar galeri sebagai simpul penting dalam ekosistem seni rupa Indonesia,” kata Ahmad Mahendra.
Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tetapi juga memastikan keberagaman praktik artistik talenta seni rupa Indonesia, baik yang baru muncul maupun yang sudah mapan, dapat terlibat secara inklusif dalam arena seni rupa global.
