Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, akan dimulai pada Mei 2026. Fasilitas ini diproyeksikan untuk mendukung pengujian program kesehatan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemberantasan tuberkulosis (TBC).

Target tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Sorong dan Balai Besar Labkesmas Yogyakarta pada Sabtu, 31 Januari 2026. Pembangunan Labkesmas di setiap provinsi merupakan bagian dari kebijakan nasional Kemenkes dalam pemerataan layanan laboratorium di seluruh Indonesia.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa ketersediaan laboratorium kesehatan menjadi elemen krusial dalam strategi nasional pengendalian TBC dan penguatan sanitasi lingkungan berbasis daerah. Selain infrastruktur, ia juga menggarisbawahi pentingnya kesadaran kepala daerah dalam menjaga sanitasi dan lingkungan sebagai faktor kunci kesehatan masyarakat.

Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, mengungkapkan bahwa hingga kini Kota Sorong belum memiliki laboratorium kesehatan masyarakat yang memadai. Akibatnya, pengujian sampel MBG dan kebutuhan laboratorium lainnya masih harus dilakukan ke luar daerah, seperti Makassar dan Ambon, yang berdampak pada waktu dan biaya yang lebih tinggi.

“Kerja sama dengan Balai Besar Labkesmas Yogyakarta menjadi langkah awal transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas daerah, termasuk dalam pengolahan air bersih dan pengawasan kualitas lingkungan yang belum tersedia di Sorong,” ungkap Anshar Karim, menjelaskan manfaat dari kemitraan ini.