Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kemudahan proses perizinan bagi operasional seaplane di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Bendungan Batujai, Lombok Tengah. Kebijakan ini diharapkan dapat mendongkrak sektor pariwisata NTB dengan menjadikan Batujai sebagai hub penerbangan pesawat amfibi.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Mataram, Sabtu, menegaskan dukungan tersebut. “Regulasinya kami memudahkan kepada pengelola hotel atau pelaku wisata untuk bisa mengoperasikan pesawat sipil. Jadi, regulasi itu kita berikan keleluasaan atau pun kemudahan kepada pengelola untuk bisa miliki atau operasikan seaplane dengan regulasi lebih mudah,” ujar Dudy.
Dudy menambahkan, kemudahan izin ini tidak hanya berlaku untuk Bendungan Batujai, tetapi juga untuk pendaratan seaplane di beberapa pulau kecil lain di NTB. Pemilihan Batujai sebagai hub pertama didasari pertimbangan konektivitas. “Itu sebagai salah satu alternatif penggunaan daripada seaplane ini. Kenapa Batujai? Kita melihat intermode-nya lebih bagus karena terkoneksi langsung dengan Bandara Internasional Lombok,” jelasnya.
Dukungan Kemenhub ini ditandai dengan kehadiran Menhub Dudy Purwagandhi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam penandatanganan kerja sama antara Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN). Kerja sama tersebut menetapkan Bendungan Batujai sebagai hub dan hanggar utama untuk seaplane.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan, Bendungan Batujai diproyeksikan menjadi hub seaplane pertama di Indonesia. Langkah ini bertujuan menarik wisatawan berkualitas untuk menjelajahi berbagai destinasi di NTB. “Tadi pak Menteri menyempatkan diri menyaksikan penandatanganan. Ini akan memulai persiapan untuk pembukaan waterbase seaplane di Bendungan Batujai,” kata Iqbal.
Iqbal menambahkan, pemilihan Bendungan Batujai melalui kalkulasi teknis yang ketat, terutama karena kedekatannya dengan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Koneksi langsung dengan BIZAM menjadi keunggulan yang tidak dimiliki lokasi lain. “Jadi saat ini persiapan itu sudah resmi, meskipun penjajakan sudah lama dilakukan,” ungkapnya.
Melalui penandatanganan kerja sama ini, persiapan sistematis untuk penerbangan seaplane dari Lombok ke destinasi wisata kepulauan akan segera dimulai. Iqbal juga menyebutkan bahwa Kemenhub akan melengkapi beberapa aturan yang diperlukan. “Nanti ada regulasi baru khusus seaplane dari Kemenhub,” pungkasnya.
