Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Gogot Suharwoto, meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Bersama ASEAN-SEAMEO. Roadmap ini memuat tujuh hal krusial yang harus dipenuhi pemerintah untuk mendukung pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di Asia Tenggara.
Peluncuran peta jalan tersebut berlangsung di Jakarta pada Kamis (9/4/2026). Gogot Suharwoto menegaskan bahwa dokumen ini menjadi komitmen bersama sekaligus acuan teknis yang dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan, program, dan investasi di masing-masing negara anggota.
Tujuh Poin Penting dalam Roadmap ASEAN-SEAMEO
Gogot Suharwoto menjelaskan secara rinci tujuh hal penting yang menjadi fokus utama dalam roadmap ini. “Roadmap ini berisi tujuh hal yang penting yang harus diberikan kepada anak usia dini,” ujarnya dalam keterangan pers.
- Peningkatan layanan akses terhadap pendidikan usia dini.
- Peningkatan kualitas layanan pembelajaran usia dini.
- Penguatan sumber daya manusia, mencakup kepala sekolah PAUD, guru, pengawas, dan daycare.
- Penguatan kemitraan. Gogot menekankan pentingnya melibatkan sektor swasta. “Penguatan mitra di Indonesia karena lembaga PAUD ini kebanyakan 95 persen swasta, jadi harus kita libatkan kemitraan,” jelasnya.
- Penguatan pengasuhan.
- Pemanfaatan teknologi. Kemendikdasmen telah mengimplementasikan langkah konkret. “Kami sudah memberikan perangkat interaktif digital, papan interaktif digital di 64 ribu lembaga PAUD di seluruh Indonesia,” kata Gogot.
- Pendanaan untuk PAUD. Gogot memastikan bahwa pendanaan dapat diakses dari berbagai sumber. “PAUD juga sudah bisa didanai dari berbagai sumber, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun desa,” ungkapnya.
Penyusunan peta jalan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat regional dengan pendekatan integrasi lintas sektor. Hal ini mencakup aspek pendidikan, kesehatan, gizi, hingga perlindungan anak, guna memastikan pengembangan PAUD tidak berjalan secara parsial.
“Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap anak di Asia Tenggara memiliki akses ke PAUD yang berkualitas, inklusif, dan holistik,” pungkas Gogot Suharwoto, menegaskan visi besar di balik inisiatif ini.
