Kepala Bina dan Pelayanan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima, Saifudin, mengimbau seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) untuk menjaga kesehatan secara optimal menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Imbauan ini disampaikan guna memastikan kelancaran ibadah haji yang akan segera dilaksanakan.
Saifudin juga menekankan pentingnya pembatasan barang bawaan serta larangan membawa benda tajam seperti pisau dan gunting. Terkait rokok, ia menjelaskan, “Untuk rokok tetap ada pembatasan. Tentunya pihak imigrasi yang akan melakukan pemeriksaan.” Ia turut mengingatkan agar JCH mematuhi seluruh tata cara dan arahan dari petugas haji maupun petugas kesehatan.
Tahun ini, sebanyak 221 JCH asal Kota Bima akan diberangkatkan, terbagi dalam Kloter 11 dan Kloter 13. Kloter 11 dijadwalkan bertolak pada Senin, 4 Mei 2026, dengan dua gelombang penerbangan menuju Lombok, yaitu pagi dan siang hari.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima, H Eka Iskandar, menjelaskan adanya sejumlah perubahan signifikan dalam pola pemberangkatan tahun ini. Untuk penerbangan pagi pukul 07.00 WITA, jamaah diminta sudah berada di Masjid Nur Latif paling lambat pukul 04.00 WITA.
“Jika sebelumnya acara seremonial dilakukan setelah salat subuh, kini dilakukan sebelum subuh. Setelah salat subuh, jamaah langsung diarahkan naik ke bus,” terang H Eka Iskandar. Ia menambahkan, posisi bus juga diubah dari menghadap barat menjadi menghadap timur untuk memudahkan jamaah naik setelah keluar masjid. Proses ini akan dikawal ketat oleh Satpol PP dan aparat kepolisian.
Perubahan ini berimplikasi pada terbatasnya kesempatan bagi keluarga untuk berpisah di lokasi. Oleh karena itu, keluarga diimbau untuk melakukan perpisahan sebelum jamaah tiba di Masjid Nur Latif.
Sementara itu, untuk penerbangan kedua pukul 13.00 WITA, jamaah dijadwalkan berkumpul pukul 10.00 WITA. Bus akan diberangkatkan menuju bandara sekitar pukul 11.00 atau 11.30 WITA. H Eka Iskandar menyoroti kemudahan baru di mana bus jamaah diizinkan masuk langsung ke area bandara, memungkinkan jamaah turun dan langsung menuju pesawat tanpa antrean panjang.
“Semua proses pemeriksaan dilakukan secara kolektif, sehingga lebih efisien dan tidak memakan waktu lama,” imbuh H Eka Iskandar. Ia juga memastikan bahwa seluruh dokumen penting, termasuk jadwal keberangkatan, informasi penerbangan, dan Surat Perintah Masuk Asrama (SPMA), telah disiapkan dalam tas leher jamaah dan akan diperiksa kembali di embarkasi.
Dengan berbagai persiapan dan adaptasi pola pemberangkatan ini, diharapkan ibadah haji JCH Kota Bima tahun 2026 dapat berjalan lebih tertib, lancar, dan nyaman.
