Kota Bima menjadi saksi hidup semangat pelestarian budaya lokal melalui Pagelaran Kesenian Tradisional Mpa’a Lanca yang berlangsung meriah di Museum ASI Mbojo. Acara yang digelar pada 18 hingga 20 Juli 2025 ini berhasil menarik perhatian ratusan peserta dan masyarakat.

Sekitar 250 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari sanggar seni dan budaya, komunitas seni dari institusi, hingga perwakilan sekolah-sekolah, turut ambil bagian. Kolaborasi apik juga terjalin antara panitia pelaksana, sanggar seni, komunitas, tokoh adat, dan pemerintah daerah, memastikan suksesnya pagelaran ini.

Atraksi khas Mpa’a Lanca yang diiringi nyanyian tradisional Belaleha menjadi daya tarik utama, dilengkapi dengan beragam pertunjukan seni budaya dari para peserta. Mengusung tema “Kembali ke Akar, Kembali ke Alam”, pagelaran ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang refleksi dan upaya konkret memperkenalkan kembali kesenian tradisional masyarakat Sambori Bima agar tak lekang oleh waktu.

Makna Tema “Kembali ke Akar, Kembali ke Alam”

Ainun Fitriani SPd MPd, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa tema “Kembali ke Akar, Kembali ke Alam” bukan sekadar slogan. Menurutnya, tema tersebut merupakan ajakan untuk memahami kembali hubungan erat antara manusia, budaya, dan alam.

“Kembali ke akar adalah panggilan untuk menyelami lebih dalam nilai-nilai luhur warisan nenek moyang yang mengajarkan keharmonisan dengan alam, rasa saling menghargai, dan gotong royong,” ujar Ainun. Ia melanjutkan, “Sedangkan kembali ke alam menjadi pengingat bahwa hidup manusia tidak terlepas dari alam sebagai sumber kehidupan.”

Ainun Fitriani berharap pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sumber inspirasi dalam menjaga warisan budaya dan kelestarian alam. “Mari bersama-sama kita wujudkan semangat Kembali ke Akar, Kembali ke Alam. Semoga segala yang kita lakukan dalam kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua dan menjadi langkah kecil menjaga keberlanjutan budaya serta alam kita,” tambahnya.

Tujuan dan Apresiasi

Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali kesenian tradisional Mpa’a Lanca sebagai identitas budaya masyarakat Mbojo. Selain itu, pagelaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga warisan budaya daerah di tengah gempuran modernisasi.

Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan, LPDP, pemerintah daerah, tokoh adat, komunitas budaya, serta seluruh peserta yang telah memberikan dukungan dan terlibat aktif dalam menyukseskan acara ini.