MAKASSAR – Keluarga Florencia Lolita Wibisono, pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), menyampaikan rasa syukur mendalam setelah jenazah adik mereka berhasil ditemukan. Apresiasi dan terima kasih tak terhingga ditujukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian sejak insiden pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Ungkapan haru tersebut disampaikan langsung oleh Felix, kakak korban, mewakili seluruh keluarga, usai menerima jenazah Florencia di Dokkes Polda Sulawesi Selatan pada Rabu, 21 Januari 2026. Felix secara khusus menyebutkan beberapa institusi dan pihak yang telah berjuang keras.

Keluarga Sampaikan Apresiasi dan Doa

“Terima kasih buat Basarnas, TNI-Polri, bapak-ibu semua. Dan buat semua yang terlibat, KKP dan juga KNKT, juga perusahaan Florencia bekerja, IAT, serta Angkasa Pura dan semua pihak yang sudah berusaha keras untuk menemukan adik kami,” kata Felix dengan penuh haru.

Felix menegaskan bahwa keluarga mereka terus mengucap syukur atas segala upaya yang telah dikerjakan sejak kecelakaan terjadi di Gunung Bulusaraung. “Sehingga hari ini bisa juga sudah ditutup petinya, dan kami akan segera bawa ke Jakarta,” ujarnya, mengacu pada proses pemulangan jenazah.

Meskipun proses untuk Florencia telah mencapai tahap pemulangan, keluarga tetap mengingat korban lain yang masih dalam pencarian. Felix menyampaikan doa dan dukungannya agar korban lain juga segera ditemukan. “Terus berdoa buat yang lain juga, kasih kekuatan juga sama seperti kami, dan juga bisa segera ditemukan, sehingga kita semua bisa kembali ke tempat kami masing-masing dengan membawa baik saudara kerabat kami,” tutupnya.

Ia juga memohon dukungan doa dari publik agar seluruh proses yang masih berjalan dapat berlangsung lancar. Mengenai rencana pemakaman, Felix memilih untuk tidak menyampaikan detail lebih jauh. “Saya cukup kami itu dulu, mungkin di Cibubur,” pungkasnya.