Band horror metal punk asal Jakarta, Kelelawar Malam, resmi meluncurkan album ketiganya yang bertajuk Kesurupan. Perilisan ini menandai kembalinya mereka setelah sembilan tahun meramu karya dari kegelapan dan menjelajahi makna kengerian malam.

Melalui Kesurupan, Kelelawar Malam menyajikan narasi dan komposisi yang lebih reflektif dibandingkan album-album sebelumnya. Sisi kontemplatif dari proses kreatif yang panjang ini terwujud dalam delapan materi yang saling terikat secara tematis.

Album ini menyusuri lanskap pemikiran antara potret mistisisme, spiritualitas manusia, ekstasi kegelapan, hingga pemaknaan kematian. Rangkaian lirik sinematik yang disuguhkan menambah daya pikat Kesurupan, seolah tidak hanya untuk didengar, tetapi juga untuk diserap dan dialami oleh para pendengarnya.

Secara musikalitas, Kesurupan menampilkan komposisi yang lebih dinamis, dibingkai oleh riff primal yang memikat serta melodi dengan daya adiktif tinggi. Tekstur vokal arahan vocal director Tanya Ditaputri (eks Fleur, Rattles) juga kian kaya, membangun nuansa horor eksistensial album ini semakin memesona.

Pendekatan musikalitas tanpa batas dan formula yang berbeda mengukuhkan identitas Kelelawar Malam yang terus berkembang. Hal ini menjadikan keseluruhan materi album sebagai pengalaman sonik metal punk yang unik dan berbeda.

Proses rekaman Kesurupan dilakukan di Gloom Studio dan Syaelendra Studio di Jakarta selama periode 2024 hingga 2025. Sementara itu, proses mixing dan mastering dieksekusi oleh Ecky Banbaroesa, dengan sampul album yang digarap oleh Deta Beringas.