Bali United harus mengakui keunggulan Borneo FC setelah takluk 1-2 dalam laga pekan ke-32 BRI Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin (11/5/2026). Kekalahan ini terasa pahit bagi Serdadu Tridatu, terutama setelah mereka sempat memimpin di babak pertama.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal dari performa timnya yang gagal mempertahankan keunggulan di kandang sendiri.
Tim tuan rumah sebenarnya memulai pertandingan dengan menjanjikan. Teppei Yachida berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-24, membawa Bali United unggul 1-0. Gol ini sempat membangkitkan optimisme para pendukung yang memadati stadion.
Namun, momentum berbalik drastis di babak kedua. Borneo FC tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Mariano Peralta pada menit ke-49. Peralta kembali menjadi momok bagi pertahanan Bali United setelah mencetak gol keduanya dari titik putih pada menit ke-74, membuat Pesut Etam berbalik unggul 2-1.
Bali United sempat merespons cepat. Hanya dua menit berselang, tekanan dari situasi sepak pojok memaksa pemain Borneo FC, Caxambu, melakukan gol bunuh diri pada menit ke-76, mengubah skor menjadi 2-2. Harapan untuk setidaknya meraih satu poin kembali muncul.
Sayangnya, kegembiraan itu tidak bertahan lama. Tiga menit kemudian, Juan Villa kembali membawa Borneo FC unggul pada menit ke-79. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan bagi tim tamu, sekaligus memastikan Bali United harus pulang dengan tangan hampa.
Kegagalan mempertahankan keunggulan dan kekalahan dramatis di kandang sendiri menjadi catatan penting bagi Bali United dan Johnny Jansen menjelang akhir musim BRI Super League.
