Mataram, Kilatnews.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) berhasil memastikan sistem kelistrikan tetap aman, andal, dan terkendali sepanjang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, yang menilai komitmen PLN sangat tinggi dalam menjaga pasokan listrik di tengah peningkatan aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Samsudin, secara tegas mengapresiasi kinerja PLN. “Keandalan kelistrikan di NTB selama Idulfitri 1447 H kami rasakan sangat baik, tanpa gangguan berarti maupun pemadaman. Ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Samsudin.
Kesiapan Sistem Kelistrikan Nasional dan Regional
Secara nasional, PLN mencatat beban puncak listrik saat Idul Fitri 2026 mencapai 34,77 gigawatt (GW). Angka ini masih jauh di bawah kapasitas daya mampu pasok yang mencapai 51,37 GW, menunjukkan ketersediaan cadangan daya yang sangat memadai untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di seluruh Indonesia.
Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sistem kelistrikan juga menunjukkan kondisi prima. Untuk sistem Lombok, beban saat pelaksanaan Salat Idul Fitri tercatat sebesar 326 megawatt (MW), dengan daya mampu mencapai 380 MW. Ini menyisakan cadangan daya sebesar 54 MW.
Sementara itu, di sistem Tambora yang mencakup Pulau Sumbawa, beban puncak mencapai 139 MW. Dengan daya mampu sebesar 188 MW, cadangan daya yang tersedia adalah 49 MW. Kondisi ini menegaskan bahwa sistem kelistrikan di NTB berada dalam batas aman dengan margin cadangan yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik.
Pengamanan Ribuan Lokasi Prioritas
PLN juga memastikan keandalan pasokan listrik pada ribuan lokasi prioritas selama periode Idul Fitri. Secara nasional, sebanyak 4.429 titik vital terpantau aman tanpa gangguan kelistrikan yang berarti. Lokasi-lokasi ini meliputi tempat ibadah, fasilitas transportasi, pusat keramaian, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit, yang semuanya krusial bagi kelancaran perayaan hari raya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menjelaskan bahwa kesiapan sistem kelistrikan di NTB merupakan hasil dari perencanaan matang dan kesiapsiagaan seluruh personel di lapangan. “Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan NTB berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idul Fitri,” tegas Sri Heny.
Ia menambahkan, PLN UIW NTB juga menyiagakan ribuan personel serta melakukan pengamanan berlapis pada infrastruktur kelistrikan. Langkah ini diambil untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan, demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat selama momen penting Idul Fitri.
Harapan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja
Samsudin dari ESDM NTB berharap kinerja PLN dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Ke depan, kami berharap kinerja ini terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui kolaborasi yang kuat antara PLN dan Pemerintah Provinsi, termasuk dalam penyediaan infrastruktur seperti SPKLU, penguatan energi baru terbarukan, serta mendukung target Net Zero Emission 2050 dan pengembangan sistem interkoneksi menuju Super Grid Bali – NTB – NTT,” paparnya.
Sinergi antara pemerintah daerah dan PLN, menurut Samsudin, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas energi di daerah. Kolaborasi ini diharapkan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik di Nusa Tenggara Barat.
Menanggapi hal tersebut, Sri Heny menyatakan kesiapan PLN untuk memberikan dukungan penuh dalam menghadirkan kelistrikan andal bagi Nusa Tenggara Barat. “Dengan sistem kelistrikan yang andal dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, PLN UIW NTB berkomitmen untuk terus menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya selama Idul Fitri tetapi juga dalam mendukung aktivitas sehari-hari dan pembangunan daerah,” pungkas Sri Heny.
