Kediri, Kilatnews.co – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Kediri terus digenjot menyusul progres yang baru mencapai 16 persen hingga Jumat (27/3/2026). Untuk mengejar target operasional pada 20 Juni 2026, jumlah pekerja proyek akan dilipatgandakan dan dituntut mencapai progres harian sebesar 3 persen.

Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan Kantor Kepresidenan bersama Sekretaris Daerah dan jajaran pejabat daerah Kota Kediri menunjukkan bahwa proyek ini masih berada di tahap awal. Meski demikian, operasional sekolah tetap diupayakan berjalan sesuai jadwal.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menegaskan bahwa operasional sekolah akan dimulai pada pertengahan Juni mendatang, meskipun pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung. “Dan ditargetkan pada 20 Juni nanti itu seluruh bangunan ini sudah bisa dioperasionalkan walaupun mungkin belum 100 persen, tapi setidaknya sudah bisa dilakukan operasional untuk sekolah rakyatnya sendiri, baik itu untuk pengajaran dan sebagainya,” ujar Imam usai monitoring di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto.

Imam menambahkan, penyedia jasa konstruksi memiliki waktu sekitar 85 hingga 90 hari untuk menyelesaikan proyek. Oleh karena itu, percepatan pembangunan menjadi fokus utama. “Jadi, diharapkan nanti dari penyedia ini dapat segera melakukan percepatan. Jadi, kalau dilihat dari kurang lebih sekitar 85 hari sampai 90 hari ya, ke depan ini jadi targetnya per hari mereka harus naik 3 persen lah,” tegasnya.

Evaluasi dari pihak kepresidenan juga menyoroti pentingnya akselerasi, mengingat proyek Sekolah Rakyat ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah dengan target penyelesaian yang sama. Selain pembangunan fisik, pemerintah memastikan fasilitas pendukung seperti furnitur, seragam, dan perlengkapan siswa akan tersedia saat operasional dimulai, agar sekolah siap menerima peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang.

Sekolah Rakyat Kota Kediri dirancang untuk menampung sekitar 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Namun, proses penerimaan siswa dan perekrutan tenaga pengajar masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Sosial.

“Belum, belum (belum ada penerimaan siswa baru maupun perekrutan guru), makanya saya masih nunggu. Ini tadi juga saya sampaikan ke Pak Armindo (Staf Kepresidenan), untuk kita mendorong dari Kemensos supaya segera memberikan juknisnya. Jadi kita segera bisa bergerak,” jelas Imam.

Sementara itu, Project Manager Sekolah Rakyat Kota Kediri, Yolanda Faricha, menyatakan optimismenya proyek dapat selesai tepat waktu. Ia menjelaskan, progres 16 persen saat ini meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Untuk mempercepat pekerjaan, Yolanda mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja akan ditingkatkan secara signifikan. “Kalau tenaga kerja kita pastinya akan terus menambah karena di bulan ini memang masih nuansa lebaran ya. Memang pekerja masih belum maksimal, kita akan menambah sampai nanti kita akan dibutuhkan lagi kurang lebih ya hampir 500 sampai 600 orang lah,” ujarnya.

Pengadaan material juga dipercepat guna menghindari potensi keterlambatan. Ke depan, pengerjaan akan difokuskan pada penyelesaian atap, pekerjaan arsitektur, serta sisa struktur bangunan. “Kita tetap akan menyelesaikan di atap ya, terutama ya, di atap ini nanti pengaruhnya di pekerjaan arsitek di bawahnya. Kemudian untuk menyelesaikan sisa pekerjaan struktur aja sih,” imbuh Yolanda.

Yolanda mengakui bahwa faktor cuaca sempat menjadi kendala dalam proses pembangunan. Meski demikian, pihaknya memastikan proyek masih berjalan sesuai rencana. “Insyaallah masih optimis karena kita masih on track tadi, cuma tadi memang ada untuk arahan agar dipastikan terkait jumlah tenaga, material, dan Man power-nya ini harus benar-benar detail, itu aja sih,” tandas Yolanda.