Masyarakat Desa Pandurungan, Kecamatan Pinang Sori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sempat dilanda kepanikan pada Selasa (7/4) malam. Kebakaran lahan hebat terjadi di Jalan Pancur, hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah-rumah penduduk, dan nyaris merembet ke permukiman warga.

Api yang bermula sekitar pukul 22.10 WIB tersebut dengan cepat meluas, melahap semak belukar dan area perkebunan karet milik warga setempat. Kondisi lahan yang kering diduga memicu penyebaran api yang masif.

Warga Panik, Api Dekat Permukiman

Jaren Sitompul (60), salah seorang warga di lokasi kejadian, mengungkapkan kekhawatirannya saat melihat kobaran api yang terus mendekat. “Kami panik karena api sudah sangat dekat dengan rumah,” tuturnya.

Insiden ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sekitar permukiman yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Api kemudian merembet ke semak-semak kering dan masuk ke area perkebunan.

Upaya Pemadaman Intensif

Sebelum armada pemadam kebakaran tiba, puluhan personel TNI telah berada di lokasi untuk melakukan lokalisasi api. Mereka berjibaku membuat sekat bakar secara manual guna memastikan api tidak menyentuh dinding rumah warga. Langkah taktis ini dinilai efektif menahan laju api di tengah embusan angin kencang.

Sekitar pukul 23.10 WIB, mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tiba di lokasi untuk melakukan penyemprotan intensif. Setelah penanganan selama kurang lebih 90 menit sejak api pertama kali terdeteksi, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 23.35 WIB.

Detail Kejadian dan Imbauan

InformasiDetail
LokasiDesa Pandurungan, Kec. Pinang Sori, Tapanuli Tengah
Waktu KejadianSelasa, 7 April, Pukul 22.10 WIB
PenyebabDiduga Pembakaran sampah tanpa pengawasan
Objek TerbakarSemak belukar dan kebun karet warga
Korban JiwaNihil
Waktu PemadamanSekitar 90 menit (Padam pukul 23.35 WIB)

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total luas lahan yang hangus terbakar. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara terbuka, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang rawan memicu kebakaran besar.