Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei berhasil membukukan potensi transaksi sebesar 357 ribu dolar AS atau setara Rp5,98 miliar. Angka ini dicapai melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dengan calon pembeli potensial di Taiwan.

KDEI Taipei Dorong Peningkatan Ekspor Produk Lokal

Kegiatan business matching yang berlangsung pada 1 Februari 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian Workshop UMKM BISA Ekspor dan Business Matching yang diselenggarakan KDEI Taipei bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan Akademi Mudah Ekspor pada 1-2 Februari 2026 di Taipei.

Dalam pertemuan tersebut, 24 UMKM binaan Akademi Mudah Ekspor (AME) berkesempatan menjajaki kerja sama dengan 20 calon pembeli potensial dari Taiwan. Produk-produk unggulan yang menarik minat pasar meliputi makanan ringan, bumbu, sambal, kopi, dan gula merah organik. Selain itu, produk fesyen, kerajinan tangan, serta pupuk organik juga turut diminati.

Minat Pasar Taiwan Terhadap Produk UMKM Indonesia Meningkat

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, menyatakan bahwa hasil business matching menunjukkan tingginya minat pasar Taiwan terhadap produk UMKM Indonesia, khususnya dari sektor makanan dan minuman.

“Kegiatan ini berhasil menarik minat pembeli potensial dan memperoleh respons positif. Kami berharap kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekspor Indonesia ke Taiwan,” ujar Arif.

Arif menambahkan, Taiwan merupakan salah satu mitra dagang penting di Asia Timur dengan tren perdagangan yang positif, terutama untuk produk makanan dan minuman dari UMKM. Kondisi ini, menurutnya, menjadi peluang strategis bagi UMKM Indonesia untuk memperluas akses pasar ekspor.

Kinerja ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Taiwan terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Taiwan tercatat sebesar 75,93 juta dolar AS, meningkat 6,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, total perdagangan antara Indonesia dan Taiwan mencapai 9,95 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 5,54 miliar dolar AS.

Peran Diaspora dan Program UMKM BISA Ekspor

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga melibatkan diaspora Indonesia di Taiwan. Diaspora diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara UMKM nasional dan pasar luar negeri.

“Diaspora memiliki peran strategis dalam menjembatani UMKM Indonesia dengan konsumen di Taiwan. Kami berharap keterlibatan diaspora dapat mendorong peningkatan ekspor nasional secara berkelanjutan,” kata Puntodewi.

Menurut Puntodewi, program UMKM BISA Ekspor terus difokuskan untuk memperluas akses pasar global bagi produk lokal. Sepanjang tahun 2025, Kemendag telah memfasilitasi 622 penjajakan bisnis dengan total transaksi dan potensi transaksi mencapai 134,87 juta dolar AS.