Karapan kerbau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat lokal. Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini mampu menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya.
Karapan Kerbau: Tradisi dan Penggerak Ekonomi
Amar Nurmansyah menyampaikan hal tersebut saat membuka acara karapan kerbau atau Barapan Kebo di Stadion Karapan Kerbau Bentiu, Sumbawa Barat, pada Minggu (04/01/2026). Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pembuka rangkaian kalender resmi karapan kerbau tahun 2026 yang direncanakan berlangsung berkelanjutan di berbagai lokasi.
“Kegiatan ini sekaligus mengawali rangkaian kalender resmi karapan kerbau 2026 yang direncanakan berlangsung secara berkelanjutan di beberapa lokasi,” ujar Amar Nurmansyah, Minggu (04/01/2026).
Lebih lanjut, Bupati Amar menekankan bahwa karapan kerbau bukan sekadar perlombaan semata. Menurutnya, tradisi ini merupakan identitas budaya yang wajib dirawat dan dikembangkan secara positif.
“Karapan Kerbau sebagai warisan budaya yang mengandung nilai sportivitas, kebersamaan dan kearifan lokal,” tegasnya.
Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh agar tradisi ini terus lestari dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Amar Nurmansyah juga menyoroti pentingnya menjadikan karapan kerbau sebagai wadah silaturahim dan persatuan, tidak hanya bagi warga Sumbawa Barat, tetapi juga antar kabupaten.
“Melalui kegiatan seperti ini, semua saling bertemu, saling menyapa dan saling menyampaikan kabar baik. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga,” tambahnya.
Dampak Nyata bagi Masyarakat dan UMKM
Pelaksanaan karapan kerbau di awal tahun 2026 ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol kuat komitmen Sumbawa Barat dalam menjaga dan mewariskan tradisi leluhur lintas generasi. Sejak pagi hari, Stadion Bentiu telah dipadati oleh para pemilik kerbau, joki, komunitas karapan, serta warga dari berbagai kecamatan, bahkan lintas kabupaten.
Kehadiran ribuan pengunjung dan peserta ini secara langsung menggerakkan roda perekonomian lokal. Mulai dari pelaku UMKM yang menjajakan produknya, pedagang makanan dan minuman, hingga penyedia jasa transportasi lokal, semuanya merasakan dampak positif dari keramaian acara tersebut.
“Kehadiran karapan kerbau terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian warga, mulai dari pelaku UMKM, pedagang, hingga jasa transportasi lokal,” pungkas Amar Nurmansyah.
Dengan terselenggaranya karapan kerbau ini, Sumbawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mempertahankan tradisi, mempererat silaturahim antara Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berbasis pada budaya dan kearifan lokal.
