Puluhan hektare lahan persawahan di Kampung Lembursawah, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terancam gagal panen setelah Bendungan Leuwibenda jebol pada Sabtu (31/1) dini hari. Jebolnya bendungan ini juga menyebabkan banjir yang merendam area pertanian tersebut.

Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan akumulasi dari hujan lebat yang terus-menerus mengguyur wilayah itu. “Kejadiannya sekitar pukul 04.30 WIB. Ini merupakan akumulasi karena sejak beberapa hari terakhir hujan berlangsung cukup lebat. Pada Sabtu, hujan sangat lebat hingga mengakibatkan bendungan jebol. Lahan sawah di wilayah sekitar terancam gagal panen,” kata Daeng pada Minggu (1/2).

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan volume air di sungai meluap drastis. Arus deras ini kemudian menggerus struktur Bendungan Leuwibenda hingga akhirnya jebol, merendam puluhan hektare lahan padi milik warga.

Banjir Permukiman di Cikidang

Pada waktu yang hampir bersamaan, bencana banjir juga melanda permukiman warga di Kecamatan Cikidang. Puluhan rumah di Kampung Cikidang Hilir, tepatnya di RW 002 dan 003 Desa Cikidang, terendam air akibat luapan sungai.

Daeng Sutisna menambahkan, banjir di Cikidang terjadi pada Sabtu (31/1) sore. “Sejak sore hujan berlangsung sangat lebat di wilayah hulu. Volume air meningkat drastis sehingga meluap sampai ke permukiman warga,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 21 rumah terdampak banjir di dua RW tersebut. Sebagian warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari dampak yang lebih parah.

BPBD Sukabumi Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Menyikapi kondisi ini, BPBD Kabupaten Sukabumi terus memantau perkembangan cuaca yang cenderung ekstrem. Daeng Sutisna menegaskan bahwa pihaknya siap siaga menghadapi berbagai potensi dampak bencana hidrometeorologi, mengingat prediksi BMKG yang menyebutkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.