MALANG RAYA – Kepolisian Resor (Polres) Malang menyiapkan langkah preventif dan mitigasi komprehensif untuk mengamankan objek wisata dan arus lalu lintas selama momen Libur Lebaran 2026. Antisipasi ini dilakukan menyusul prediksi lonjakan jutaan wisatawan yang akan berkunjung ke Malang Raya, yang diyakini masih menjadi primadona.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menegaskan bahwa pengamanan tempat wisata menjadi prioritas utama. Hal ini mengingat data tahun-tahun sebelumnya yang kerap mencatat insiden kecelakaan, seperti kasus tenggelam atau hilangnya wisatawan di Pantai Selatan Malang.
Polres Malang Prioritaskan Keamanan Wisata dan Lalu Lintas
“Khusus untuk tempat wisata, sebagaimana diketahui di wilayah Kabupaten Malang banyak tempat-tempat wisata. Itu menjadi prioritas, kami menjamin keamanan di tempat-tempat wisata, baik keamanannya tadi, keselamatan dalam berlalu lintas, maupun keamanannya saat berada di tempat wisata,” ujar AKBP Muhammad Taat Resdi pada Jumat (13/3/2026).
Taat menjelaskan, pengamanan objek wisata merupakan salah satu dari empat prioritas utama yang akan dijalankan jajarannya dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Tiga prioritas lainnya meliputi kelancaran arus lalu lintas, ketersediaan dan stabilitas harga pangan, serta pengamanan situasi lingkungan di wilayah hukum Polres Malang.
Untuk memastikan keamanan di destinasi wisata, Polres Malang akan berkoordinasi dengan para pengelola objek wisata di Malang Raya, termasuk pengelola Wisata Gunung Bromo dan sejumlah pantai di Malang Selatan.
“Kita mengimbau kepada seluruh pengelola wisata untuk satu memasang papan imbauan larangan berenang, kalau boleh renangnya di mana kalau dilarang ya di mana dilarangnya, ada papan imbauan,” tegas Taat.
Selain itu, setiap tempat wisata juga diinstruksikan untuk menyiagakan petugas atau karyawan yang bertugas mengawasi pengunjung. Petugas diharapkan dapat segera memberi peringatan kepada pengunjung yang berenang di area berbahaya. Imbauan melalui pengeras suara secara rutin juga diminta untuk dilakukan.
Antisipasi Kemacetan di Kota Malang dan Jalur Wisata
Di sisi lain, skema rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan untuk mengurai potensi kemacetan di sejumlah destinasi wisata, baik yang menuju Kota Batu, Kota Malang, maupun ke wilayah Wisata Gunung Bromo. Di kawasan Gunung Bromo, kepolisian menyiagakan pos pengamanan di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, yang merupakan akses masuk utama.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memprediksi ancaman kemacetan parah di Kota Malang akan terpusat di sejumlah akses masuk dan pusat keramaian. Simpul kemacetan dari arah utara diprediksi bermula di pintu masuk kendaraan dari wilayah Karanglo dan Singosari.
“Kepadatan diprediksi terpusat di area perbelanjaan, tempat wisata, dan sentra kuliner. Pemudik yang datang ke Kota Malang biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berwisata dan kulineran,” jelas Wahyu Hidayat.
Beberapa titik rawan macet di Kota Malang yang patut diwaspadai wisatawan antara lain Kawasan Wisata Kayutangan Heritage, pusat perbelanjaan di sekitar Alun-Alun Kota Malang, sentra oleh-oleh di kawasan Jalan Kawi, serta Jalan Mayjen Panjaitan yang menjadi jalur arteri menuju Kota Wisata Batu.
Untuk mengurai kebuntuan lalu lintas, Pemerintah Kota Malang dan kepolisian tidak hanya mengandalkan pos tetap, tetapi juga menyiagakan petugas pengurai kemacetan secara mobile. “Mereka akan bergerak dinamis ke titik-titik kepadatan, terutama di sentra kuliner yang diprediksi sangat ramai,” pungkas Wahyu Hidayat.
