Lima orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menenggak minuman keras (miras) oplosan di sebuah kafe semi karaoke di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Peristiwa tragis ini terjadi setelah enam orang menggelar pesta miras pada Minggu (8/2).
Kepolisian Resor (Polres) Jepara saat ini tengah mendalami kasus tersebut. Kepala Polres Jepara AKBP Hadi Kristanto menyatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi terkait insiden ini.
Polisi Selidiki Jenis Minuman dan Saksi
“Masih kita lakukan penyelidikan kasus ini, dari mulai korban, saksi hingga jenis minuman oplosan itu,” ujar AKBP Hadi Kristanto, Selasa (10/2/2026).
Kafe yang menjadi lokasi pesta miras tersebut, yang dikonsep seperti tempat tongkrongan sederhana di dalam perkampungan, kini terlihat sepi dan telah dipasang garis polisi. Bangunan panjang di belakang rumah warga itu diperkirakan sudah beroperasi selama beberapa tahun.
Kronologi Kematian Beruntun
Menurut keterangan sejumlah warga sekitar, insiden bermula pada Minggu (8/2) siang, ketika enam orang mengonsumsi minuman beralkohol racikan. Salah satu dari mereka diketahui menjadi peracik miras oplosan tersebut. Awalnya, tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan yang signifikan setelah mereka menenggak minuman itu.
Namun, pada Minggu malam, satu orang warga Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, dilarikan ke rumah sakit dan kemudian meninggal dunia. Kejadian serupa berlanjut pada Senin (9/2) pagi hingga malam hari, di mana tiga korban lainnya menyusul meninggal. Korban kelima meninggal pada Selasa (10/2) pagi, sementara satu orang lainnya masih dirawat intensif.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tempat tersebut sudah lama dijadikan lokasi karaoke dan tongkrongan dengan menyediakan minuman beralkohol yang dijual dalam kemasan gelas. “Ttempat tersebut sudah cukup lama dijadikan sebagai tempat karaoke dan tongkrongan sembari minum-minuman beralkohol, pengelola menyediakan minuman berakohol yang dijual dengan model gelasan,” katanya.
Saksi lain menambahkan bahwa keenam korban yang meninggal dan dirawat semuanya meminum miras oplosan yang diracik oleh salah seorang korban berinisial E. Beberapa korban meninggal di rumah sakit, sementara yang lain meninggal di rumah masing-masing. “Enam orang ini tidak satu kelompok, datang sendiri-sendiri dan bertemu di waktu bersama,” jelas saksi tersebut.
