PALEMBANG – PT Kereta Api Logistik (Kalog) resmi mengoperasikan Container Yard (CY) 2 Merapi di Desa Sirah Pulau, Provinsi Sumatera Selatan, sejak 3 Maret 2026. Fasilitas baru ini dirancang untuk memperkuat ketahanan dan optimalisasi distribusi energi nasional, khususnya angkutan batu bara berbasis moda kereta api.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa CY 2 Merapi merupakan solusi logistik strategis yang tidak hanya meningkatkan kapasitas angkutan, tetapi juga menjawab tantangan distribusi logistik energi yang semakin dinamis. Langkah ini juga menjadi respons proaktif perusahaan terhadap regulasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang truk batu bara melintasi jalan umum sejak 1 Januari 2026, sesuai Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025.
“Melalui optimalisasi angkutan berbasis rel, KAI Logistik menghadirkan alternatif distribusi yang lebih aman, patuh regulasi, serta mampu mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya,” terang Yuskal Setiawan, Kamis (26/3/2026).
Berlokasi berdampingan dengan fasilitas CY 1 Merapi yang telah beroperasi lebih dulu, CY 2 Merapi direncanakan memiliki tiga akses keluar masuk yang terhubung langsung dengan terminal Merapi. Hal ini bertujuan mendukung kelancaran pergerakan kereta api dan meningkatkan efisiensi operasional bongkar muat batu bara.
“Fasilitas ini dirancang dengan skema konektivitas terpadu antara area tambang dan jalur hauling yang terhubung langsung ke kawasan CY, sehingga seluruh aktivitas operasional dapat dilakukan tanpa melalui jalur jalan provinsi (lintas). Skema tersebut sejalan dengan upaya meminimalkan dampak terhadap infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar,” jelas Yuskal.
Target Peningkatan Kapasitas Angkut
Dengan beroperasinya CY 2 Merapi, perseroan menargetkan peningkatan kapasitas angkut, yakni melayani hingga dua rangkaian kereta api per hari. Ke depan, fasilitas ini direncanakan memiliki dua jalur bongkar muat sebagai langkah antisipatif terhadap peningkatan volume angkutan batu bara di wilayah Sumatera.
“CY 2 Merapi diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun dan dengan pengoperasian optimal dua jalur angkut, kapasitasnya berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari. Secara keseluruhan, fasilitas ini diperkirakan dapat berkontribusi pada angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun, sehingga memperkuat rantai pasok energi nasional secara berkelanjutan,” tutur Yuskal.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, KAI Logistik akan melakukan pengembangan sarana dan prasarana secara bertahap. Ini meliputi penambahan alat angkut, penyediaan fasilitas pendukung operasional, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Seluruh pengembangan dan operasional CY 2 Merapi dilaksanakan dengan mengacu pada standar pelayanan yang berlaku serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna memastikan layanan yang aman, andal, dan berkelanjutan.
“Melalui pengoperasian CY 2 Merapi, sebagai mitra strategis kami berkomitmen mendukung distribusi energi nasional serta menghadirkan solusi logistik yang adaptif terhadap dinamika sektor transportasi dan logistik. Optimalisasi angkutan berbasis kereta api ini juga menjadi bagian dari upaya penerapan green logistics melalui pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi energi,” pungkas Yuskal.
