Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Banten, memperketat pengawasan terhadap seluruh bus yang akan melayani pemudik melalui Terminal Poris Plawad. Langkah ini dilakukan dengan mewajibkan inspeksi kelayakan operasional kendaraan atau ramp check serta tes kesehatan bagi seluruh sopir dan kernet, guna menjamin keselamatan selama arus mudik 2026.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Maulana Arimatiar Damanik, menegaskan bahwa kendaraan yang tidak memenuhi syarat tidak akan diizinkan membawa pemudik. “Bagi yang tidak memenuhi syarat tersebut, maka tak diberikan izin membawa pemudik dan diberikan tindakan tegas jika ditemukan penyalahgunaan narkoba,” kata Maulana di Tangerang, Selasa (17/3/2026).

Maulana menjelaskan, fokus ramp check meliputi pemeriksaan administrasi kendaraan hingga aspek teknis kelayakan operasional. Beberapa poin yang diperiksa antara lain penerangan, sistem pengereman, kondisi ban, serta dimensi muatan bus.

Operasi ramp check ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangerang dengan petugas gabungan dari Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) Banten dan Polres Metro Tangerang Kota. Puluhan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Poris Plawad menjadi sasaran utama pemeriksaan.

Pemerintah Kota Tangerang bersama tim gabungan menargetkan pemeriksaan terhadap 30 hingga 50 kendaraan setiap harinya. Operasi ini berlangsung mulai 16 hingga 18 Maret 2026. “Ada puluhan bus di Terminal Poris Plawad yang akan diperiksa setiap harinya untuk memastikan semua bus yang beroperasi pada arus mudik tahun ini dalam kondisi layak jalan,” ujarnya.

Senada, Kepala Terminal Poris Plawad, Alwin Suthena, menambahkan bahwa semua sopir dan kondektur diwajibkan menjalani tes kesehatan. Posko pelayanan kesehatan telah disediakan untuk memastikan kondisi fisik pengemudi prima.

“Kami mengimbau kepada semua pengemudi bus-bus yang beroperasi selama arus mudik tetap menjaga kesehatannya termasuk memperhatikan kondisi kendaraannya masing-masing, sehingga bisa mengantarkan para penumpang ke kota tujuannya dengan selamat, aman, dan nyaman,” tutur Alwin.

Alwin memperkirakan puncak arus mudik akan mencapai 2.000 penumpang per hari, meningkat tajam dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 700 orang. Jumlah angkutan bus AKAP juga diprediksi mencapai 100-150 unit setiap harinya.

Peningkatan jumlah pemudik ini, lanjut Alwin, dipicu oleh libur nasional, cuti bersama, serta kelonggaran kebijakan Work From Anywhere (WFA) di sejumlah perusahaan. Faktor-faktor tersebut turut memperpanjang kalender libur dan mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik, khususnya menggunakan transportasi darat melalui Terminal Poris.