Kabupaten Bima kembali dilanda musibah kebakaran hebat yang menghanguskan belasan rumah warga di Desa Lido, Kecamatan Belo, pada Sabtu dini hari (16/5/2026). Insiden tragis ini diduga dipicu oleh ulah seorang warga yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Berdasarkan laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 02.40 WITA. Seorang warga bernama Haerul (38) diduga sengaja membakar rumah panggung 12 tiang miliknya. Aksi ini disebut-sebut bertujuan untuk membakar adiknya yang berada di dalam rumah, namun korban berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

Kobaran api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah warga lainnya. Kondisi permukiman yang padat serta tiupan angin kencang memperparah situasi, membuat api sulit dikendalikan. Warga yang panik berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sambil mengevakuasi barang-barang berharga mereka.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bima, M Amin SSos, menjelaskan dampak dari musibah ini. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, para korban terpaksa mengungsi ke rumah keluarga masing-masing karena kehilangan tempat tinggal,” jelas mantan Camat Ambalawi ini.

Sebanyak 15 unit rumah dilaporkan terbakar rata dengan tanah, dan satu unit gudang mengalami kerusakan ringan pada bagian samping. Total 16 kepala keluarga (KK) terdampak dalam musibah tersebut. Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bima menerjunkan lima unit armada damkar ke lokasi. Dibantu oleh warga setempat, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total beberapa jam kemudian. Saat ini, BPBD Kabupaten Bima bersama aparat kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, dan dinas terkait masih terus melakukan pendataan serta penanganan darurat bagi warga terdampak.

Selain insiden di Kecamatan Belo, kebakaran lain juga terjadi di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WITA. Satu unit rumah panggung milik Yasin Ama Febi (40) hangus terbakar akibat dugaan korsleting listrik, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp120 juta.

Menyikapi serangkaian kejadian ini, BPBD Kabupaten Bima mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan berbagai bencana lainnya. Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Bima.