PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melakukan pengecekan menyeluruh di Stasiun Lamongan pada Kamis (5/3/2026). Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan prasarana dan fasilitas operasional jelang arus mudik Lebaran 1447 H atau Angkutan Lebaran 2026.
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Lamongan diproyeksikan akan melayani sebanyak 17.038 pelanggan. Angka ini terdiri dari 8.041 pelanggan yang akan naik dan 8.997 pelanggan yang akan turun di stasiun tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 8.041 tiket telah terjual.
Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, menjelaskan bahwa pengecekan meliputi berbagai aspek krusial. Pemeriksaan mencakup kondisi rel, wesel, sistem persinyalan, serta berbagai aset perusahaan yang berada di Stasiun Lamongan. Selain itu, manajemen juga meninjau fasilitas pelayanan pelanggan, bangunan stasiun, hingga ruang Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (PPKA).
Kesiapan Optimal untuk Perjalanan Aman
“Langkah ini kami lakukan sebagai upaya memastikan perjalanan kereta api tetap selamat, aman, dan nyaman, khususnya menjelang Angkutan Lebaran 2026,” ujar Daniel, Kamis (5/3/2026).
Selain pemeriksaan fisik prasarana, jajaran manajemen KAI Daop 8 Surabaya juga berdialog langsung dengan para petugas di lapangan. Dialog ini bertujuan untuk menyerap masukan, memberikan arahan, serta memastikan setiap potensi temuan dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur operasional standar.
“Dengan kesiapan yang optimal, kami berharap seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya dapat berjalan lancar selama masa Angkutan Lebaran,” tutup Daniel.
Kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari rangkaian cek lintas yang rutin dilakukan KAI Daop 8 Surabaya, membentang dari Stasiun Surabaya Pasarturi hingga Stasiun Tobo. Aktivitas ini juga menjadi bagian dari kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan perusahaan.
sumber gambar: jatimnow.com 