Empat orang tewas dan lima lainnya luka-luka setelah sebuah minibus rombongan pengantar jemaah calon haji tertemper Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat dini hari. Kabut tebal yang membatasi jarak pandang hingga sekitar 10 meter diduga menjadi pemicu utama kecelakaan tragis tersebut.
Minibus bernomor polisi K 1060 ZP yang membawa sembilan penumpang itu melaju dari arah selatan menuju utara, tepatnya dari Desa Sidorejo ke Desa Tuko. Saat melintasi rel kereta api, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah barat ke timur. Tabrakan tidak dapat dihindari karena jarak yang sudah terlalu dekat.
Penyelidikan Polisi dan Dugaan Penyebab
Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, membenarkan dugaan tersebut. Hasil penyelidikan sementara polisi mengungkap kabut tebal menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan.
“Hasil olah TKP dan keterangan yang diperoleh petugas untuk sementara penyebab kecelakaan karena di lokasi kejadian berkabut cukup tebal hingga mengganggu pandangan pengemudi,” ujar Eko.
Benturan keras antara minibus dan kereta api mengakibatkan kendaraan terpental sekitar 20 meter hingga masuk ke area persawahan di pinggir rel. “Benturan cukup keras hingga mengakibatkan minibus terlempar,” tambahnya.
Respons Warga dan Rencana Perbaikan
Pasca-kecelakaan, warga bersama aparat setempat segera melakukan pembenahan secara swadaya. Perlintasan sebidang di lokasi kejadian kini diberlakukan penjagaan selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi terulangnya kecelakaan serupa.
Kepala Polsek Pulokulon, Ajun Komisaris Danang Esanto, mengonfirmasi langkah tersebut. “Betul, secara swadaya sekarang perlintasan kereta api sebidang akan dijaga selama 24 jam penuh agar kecelakaan serupa tidak terulang kembali,” kata Danang.
Danang menambahkan, penjagaan tidak hanya akan diterapkan di perlintasan Desa Tuko, tetapi juga di perlintasan kereta api Desa Sidorejo. Langkah ini merupakan hasil rapat evaluasi bersama pemerintah desa, pihak PT KAI, dan pemangku kepentingan lainnya. “Rencana perbaikan meliputi palang kereta, penerangan dan sirine,” jelasnya.
