Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mulai merancang strategi berbeda dalam memetakan kekuatan skuad Garuda. Ia menegaskan bahwa Piala AFF 2026 akan menjadi panggung krusial bagi para pemain lokal untuk membuktikan kualitasnya demi merebut tempat di tim utama yang akan berlaga di Piala Asia 2027.
Keputusan ini diambil mengingat absennya agenda Piala AFF dari kalender resmi FIFA. Situasi tersebut secara otomatis memperkecil peluang untuk memanggil pemain diaspora yang berkarier di kompetisi elite Eropa, karena klub-klub di benua biru dipastikan enggan melepas pemain mereka di luar jadwal internasional resmi FIFA.
Peluang Pemain Lokal di Tengah Aturan FIFA
“Kesempatan pemain Eropa memang ada, tetapi klub tidak akan mengizinkan mereka datang. Aturan FIFA tetap aturan FIFA,” ujar Herdman saat ditemui di Stadion Madya GBK, Jakarta, pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Kondisi ini mendorong Herdman untuk memberikan ruang lebih besar kepada talenta-talenta yang berkompetisi di Liga Indonesia. Ia menekankan bahwa performa gemilang di Piala AFF 2026 dapat menjadi jembatan langsung menuju skuad inti Timnas Indonesia untuk ajang Piala Asia 2027.
Proses Seleksi Menyeluruh Menuju Piala Asia 2027
Bagi Herdman, seluruh agenda internasional yang berlangsung sepanjang tahun ini merupakan bagian integral dari proses seleksi besar-besaran. FIFA Matchday pada bulan Juni mendatang akan difokuskan untuk memantau pemain diaspora, sementara agenda sebelumnya, seperti FIFA Series Maret, telah dimanfaatkan untuk mengamati kualitas pemain lokal serta kombinasi keduanya.
Herdman menjelaskan lebih lanjut mengenai tahapan seleksinya. “Pada FIFA Matchday Juni, saya akan melihat pemain Eropa, pada FIFA Series Maret lalu saya telah melihat pemain domestik dan Eropa, tetapi di Piala Asia 2027 saya dapat melihat pemain domestik terbaik Indonesia.”
Pelatih asal Inggris ini memastikan bahwa ajang Piala AFF akan menjadi kesempatan emas bagi para pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan mengamankan posisi di tim nasional.
