MATARAM – Harga komoditas cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp110.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dan disebut murni akibat faktor cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida, pada Minggu (15/2/2026) menjelaskan, informasi dari para petani di lapangan menunjukkan bahwa cuaca menjadi penyebab utama. “Hujan dan cuaca ekstrem berdampak gagal panen sehingga produksi turun. Itu diakui juga oleh para pedagang cabai,” ujar Sri Wahyunida.

Kenaikan harga cabai rawit ini cukup drastis dalam satu pekan terakhir. Pada Senin (9/2/2026), harga cabai rawit masih berada di angka Rp85.000 per kilogram, namun kini telah menembus Rp110.000 per kilogram. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar harga tidak terus melambung dan ketersediaan stok tetap terjaga.

Untuk mengantisipasi spekulasi harga dan menjamin ketersediaan stok, tim dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Mataram gencar melakukan pemantauan dan penelusuran di lapangan. Sementara itu, harga cabai merah besar dan cabai keriting relatif stabil, masing-masing di kisaran Rp28.000 per kilogram dan Rp30.000 per kilogram.

“Terkait dengan adanya indikasi spekulasi harga untuk cabai rawit, informasi sejauh itu belum kami tahu,” tambah Sri Wahyunida.

Terpisah, Kepala Pasar Kebon Roek Mataram, Malwi, mengungkapkan bahwa menurut para pedagang, kenaikan harga cabai juga dipicu oleh minimnya pasokan dari luar daerah. “Belum adanya cabai dari luar daerah baik dari Bali maupun Pulau Jawa yang masuk,” kata Malwi.

Malwi menjelaskan, kondisi ini terjadi karena harga cabai di luar daerah tersebut lebih tinggi dibandingkan di Kota Mataram. Akibatnya, para petani dan pengusaha cabai di Bali dan Pulau Jawa memilih untuk tidak mengirimkan pasokan ke NTB. “Hal itu diakui juga saat tim Satgas Pangan turun langsung ke Pasar Kebon Roek untuk memantau harga cabai beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Dengan demikian, pasokan cabai yang saat ini dijual di pasar tradisional Mataram hanya mengandalkan cabai lokal dari Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah yang terbatas. Malwi memprediksi, jika melihat kondisi pasar saat ini dan peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, harga cabai yang sudah mencapai Rp110.000 per kilogram masih berpotensi untuk terus naik.

“Semoga segera ada solusi terhadap harga cabai, agar harga tidak naik dan stok tetap tersedia,” harap Malwi.