Menjelang bulan suci Ramadan 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di berbagai daerah di Jawa Tengah terpantau mulai merangkak naik. Peningkatan kebutuhan masyarakat dan berkurangnya stok barang di pasar tradisional diduga menjadi pemicu utama kenaikan ini.
Kenaikan Harga Komoditas Pangan
Berdasarkan pemantauan pada Rabu (11 Februari 2026), beberapa komoditas menunjukkan kenaikan harga yang signifikan:
- Beras (medium-premium): Dari Rp65.000-Rp75.000 per 5 kilogram menjadi Rp70.000-Rp80.000.
- Daging ayam potong: Dari Rp37.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
- Telur ayam ras: Dari Rp28.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.
- Bawang merah: Dari Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
- Cabai merah: Dari Rp60.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.
- Cabai rawit merah: Dari Rp50.000 menjadi Rp65.000 per kilogram.
- Tomat: Dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
- Kentang: Dari Rp12.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.
- Wortel: Dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
Keluhan Pedagang dan Faktor Penyebab
Wartini (45), seorang pedagang sembako di Pasar Salatiga, mengungkapkan kekhawatirannya. Harga kebutuhan kembali kembali bergerak naik mendekati Ramadan ini, kebutuhan meningkat tetapi ketersediaan barang berkurang seperti sayuran dan bumbu dapur,” ujarnya.
Senada, Purwanto, pedagang bawang merah di Pasar MAJT Kota Semarang, menjelaskan bahwa cuaca buruk dan banjir di daerah sentra bawang menyebabkan gagal panen. “Akibat cuaca dan banjir hingga daerah sentra gawang belum panen, mengakibatkan stok dagangan tersedia berkurang sehingga harga kembali naik cukup dratis jenjang Ramadan ini, sedangkan permintaan pasar meningkat,” kata Purwanto.
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Weleri, Kendal, menambahkan bahwa harga daging ayam potong terus meningkat sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram setiap hari, dengan total kenaikan mencapai Rp3.000 per kilogram dalam tiga hari terakhir. “Ayam potong dan telur sudah naik harganya sejak dari peternak, karena harga pakan ternak naik,” tambahnya.
Antisipasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di daerahnya tetap aman menjelang Ramadan. Namun, potensi kenaikan harga menjadi perhatian serius yang perlu diantisipasi.
“Kita waspadai kenaikan harga kebutuhan pokok, kareba pada momentum seperti ini biasanya dimanfaatkan pedagang untuk mencari keuntungan lebih,” tegas Dyah Lukisari.
Sebagai langkah antisipasi kenaikan harga yang tidak wajar, Dyah Lukisari menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Tengah. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan, dengan fokus pada ketersediaan barang, distribusi, dan harga.
“Seorian jelang Ramadan nanti kita akan turun lakukan memantauan harga langsung di berbagai pasar di daerah di Jawa Tengah, jika harga mulai tidak terkendali tidak menutup kemungkinan kita fejar operasi pasar,” imbuhnya, mengisyaratkan kemungkinan intervensi pasar jika diperlukan.
