SEPEKAN menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga dua komoditas bahan pokok utama, yaitu cabai rawit dan daging ayam, mengalami kenaikan signifikan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bangka. Pemantauan Forkominda Bangka di Pasar Kite Sungailiat pada Kamis (12/3/2026) menunjukkan lonjakan harga yang cukup drastis.
Cabai rawit kini dijual dengan harga Rp100 ribu per kilogram. Angka ini melonjak tajam dari harga sebelumnya yang hanya Rp60 ribu per kilogram.
Bupati Bangka, Feri Insani, membenarkan adanya kenaikan harga pada kedua komoditas tersebut. “Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen,” ujarnya pada Kamis (12/3/2026).
Menurut Feri, kenaikan harga cabai rawit disebabkan oleh stok terbatas akibat pasokan yang kurang. “Mungkin juga karena pasokan terbatas, jadi stok berkurang dan harga naik,” jelasnya.
Untuk daging ayam, harga ayam yang sudah dipotong-potong atau bersih dipatok pada angka Rp43 ribu per kilogram. Sementara itu, ayam bulat dijual dengan harga Rp38 ribu per kilogram. Kondisi serupa juga terjadi pada daging ayam, sehingga pedagang mulai mengimpor pasokan dari Provinsi Lampung. “Saat ini pedagang mulai menjual ayam dari Lampung yang harganya memang lebih tinggi dari biasanya,” tambah Feri.
Wakil Bupati Bangka, Syahbudian, menambahkan bahwa selain kedua komoditas tersebut, ketersediaan dan harga beras tetap stabil. “Kami sudah menanyakan kepada pedagang, harga stabil dan stok aman hingga pasca Lebaran nanti,” imbuhnya.
Untuk mencegah praktik pembenaran harga, Kapolres Bangka AKBP Dedy Dwitya Putra menyampaikan bahwa tim satgas akan turun ke lapangan untuk memantau perkembangan harga bahan pokok jelang Lebaran. “Tim satgas nanti akan turun untuk memantau agar tidak ada pedagang yang mengambil kesempatan momen Lebaran dengan menaikkan harga secara sepihak,” tegasnya.
