Gesit News – Mataram – Menjelang peringatan Hari Jadi (Hadi) ke-73 Nahdlatul Wathan (NW), Pengurus Besar (PB) NW menegaskan komitmennya memperkuat soliditas dan pengkaderan organisasi. Perayaan Hadi NW 2026 dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 1 Maret 2026, dan dipusatkan di Anjani, Kabupaten Lombok Timur.
Ketua Umum PB NW, Maulanasyaikh Dr. TGKH. Muhammad Zainuddin Atsani, menegaskan bahwa momentum usia ke-73 bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi ruang konsolidasi dan refleksi organisasi.
“Momentum Hadi ini bukan sekadar perayaan. Kita ingin memperkuat pengkaderan agar kader-kader Nahdlatul Wathan semakin memahami visi dan misi pendiri,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ideologi menjadi kebutuhan penting agar kader tidak hanya mengatasnamakan organisasi, tetapi benar-benar memahami nilai dan arah perjuangan.
“Kadang-kadang banyak yang mengaku NW, tetapi belum sepenuhnya memahami apa itu Nahdlatul Wathan. Itu yang sedang kita benahi,” tegasnya.
Sekretaris: Anjani Pusat Pergerakan
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Kanda Zainul Fahmi, menjelaskan bahwa pemusatan kegiatan di Anjani bukan tanpa alasan. Anjani dinilai sebagai pusat pergerakan Nahdlatul Wathan saat ini.
“Anjani adalah pusat Nahdlatul Wathan untuk saat ini. Spektrum pergerakan organisasi ada di sana, sehingga kegiatan besar kita usahakan kembali ke Anjani,” katanya.
Ia juga menyebut Anjani sebagai pusat keberkahan yang diharapkan mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan kekompakan jamaah.
“Harapan kita, jamaah dan pengurus bisa hadir bersama-sama. Apalagi Ketua Umum sudah memberi arahan dan sepakat pelaksanaan dipusatkan di Anjani,” ujarnya.
Perkuat Kebersamaan di Usia 73 Tahun
Di usia ke-73 tahun, PB NW berharap seluruh kader semakin solid dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap organisasi. Perayaan yang dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan dan buka puasa bersama di bulan Ramadan itu diharapkan memperkuat ukhuwah serta komitmen kolektif.
Momentum Hadi NW ke-73 diharapkan menjadi tonggak penguatan internal organisasi, baik dari sisi ideologi, kaderisasi, maupun soliditas jamaah.
