Penyanyi dangdut senior Iis Dahlia mengungkapkan kecemasan mendalam yang ia rasakan ketika sang suami, Satrio Dewandono, seorang pilot, mendapat jadwal penerbangan menuju Doha. Perjalanan tersebut memicu kekhawatiran besar bagi Iis, mengingat situasi di kawasan Timur Tengah yang sedang dilanda konflik dan ketegangan militer.
Iis mengaku selalu diliputi perasaan “deg-degan” setiap kali suaminya harus terbang melewati wilayah yang dianggap rawan. Kondisi keamanan di Timur Tengah memang sedang tidak stabil, bahkan banyak jadwal penerbangan yang akhirnya dibatalkan demi keselamatan. “Banyak yang dibatalkan dan ada juga yang tidak bisa pulang karena tidak ada penerbangan. Mau tidak mau memang rutenya harus melewati wilayah itu,” ujar Iis dalam sebuah wawancara di kanal YouTube STARPRO Indonesia.
Momen Puncak Kecemasan Iis Dahlia
Kekhawatiran Iis mencapai puncaknya saat ia mengetahui Satrio tiba-tiba mendapat jadwal penerbangan ke Doha, tepat di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Ia langsung merasa sangat cemas karena menyadari wilayah tersebut sedang dalam kondisi tidak kondusif. Meski demikian, Iis berusaha tetap tenang dan terus memantau kabar dari suaminya yang sedang bertugas.
Untuk sedikit meredakan kekhawatiran, Iis menyebutkan bahwa salah satu keponakannya juga tinggal dan bekerja sebagai awak penerbangan di Doha. Hal ini memberinya sedikit ketenangan karena ada keluarga yang bisa memberikan informasi langsung. Bahkan, Satrio sempat menghubungi beberapa kenalan di Doha hingga dini hari untuk memastikan situasi terkini.
Dari informasi yang diterima, suasana di Doha dilaporkan tidak menunjukkan kepanikan berlebihan di kalangan masyarakat. Aktivitas seperti memborong makanan atau menimbun bahan pokok secara besar-besaran tidak terjadi. Namun, ada aturan yang diberlakukan, yakni larangan keluar rumah demi menjaga keamanan warga.
Sebagai seorang istri, Iis sempat mempertanyakan keputusan suaminya yang tetap bersiap terbang ke wilayah dengan pembatasan aktivitas tersebut. Ia khawatir jika Satrio harus berada di daerah yang sedang menerapkan aturan ketat bagi warganya.
Penerbangan Dibatalkan, Iis Lega
Beruntung, rencana penerbangan ke Doha tersebut akhirnya dibatalkan. Keputusan ini membuat Iis merasa jauh lebih lega karena suaminya tidak jadi berangkat ke wilayah yang tengah dilanda ketegangan. “Alhamdulillah, penerbangannya dibatalkan,” ucapnya penuh syukur.
Di tengah situasi konflik global, Iis juga menyampaikan harapan dan doanya agar perang segera berakhir. Ia mengaku kerap merasa sedih setiap kali melihat berita tentang konflik bersenjata, terutama yang terjadi di Palestine. Iis berharap para pemimpin dunia dapat memiliki hati yang lebih lembut sehingga konflik tidak terus berlanjut. Menurutnya, perang hanya akan menimbulkan kerugian besar bagi banyak pihak, terutama masyarakat sipil. Masyarakat biasa sering kali menjadi korban utama dari perseteruan antarnegara, dan kemarahan serta ego hanya akan memperpanjang penderitaan tanpa memberikan solusi nyata bagi perdamaian.
Sumber Gambar: https://kilatnews.co/iis-dahlia-panik-suaminya-dapat-jadwal-terbang-ke-doha-saat-konflik-memanas-begini-ceritanya/ 