PSIM Yogyakarta datang ke markas Persib Bandung dengan mentalitas berbeda. Setelah memastikan diri aman dari ancaman degradasi, Laskar Mataram kini siap tampil lepas dan tanpa beban, mengincar kejutan besar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada pekan ke-31 BRI Super League, Senin (4/5/2026).
PSIM Tanpa Beban, Siap Ganggu Ambisi Juara Persib
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, menegaskan bahwa timnya berada dalam kondisi psikologis terbaik. Target utama untuk bertahan di kasta tertinggi telah tercapai, sehingga tekanan kini sepenuhnya berada di pundak tuan rumah Persib yang sedang memburu gelar juara.
“Tidak perlu memotivasi pemain untuk laga seperti ini. Sejak awal musim kami memulai dengan sangat baik. Target awal kami adalah tidak terdegradasi dan karena hasil laga Solo kemarin, kami secara resmi bertahan di kasta tertinggi,” ungkap Van Gastel, memancarkan kepercayaan diri.
Persiapan Matang Meski Jeda Singkat
Meski waktu pemulihan tim sangat singkat, Van Gastel memastikan persiapan PSIM tetap berjalan serius. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengganggu fokus timnya.
“Persiapannya bagus. Memang jedanya pendek, tapi kami tetap bekerja seperti biasa. Tidak ada alasan untuk menurunkan standar,” ujar pelatih asal Belanda itu.
Van Gastel juga mengaku sama sekali tidak merasa tertekan menghadapi kekuatan Persib. Sebaliknya, bermain di hadapan puluhan ribu suporter lawan justru menjadi panggung ideal bagi anak asuhnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Soal motivasi jika Anda bermain di stadion seperti ini, sama seperti saat melawan Persija di hadapan 55 ribu orang dan sekarang di sini 30 ribu jika saya masih harus memotivasi mereka lebih baik saya berhenti dari pekerjaan saya atau pemain saya yang harus berhenti bermain. Ini adalah laga impian dengan banyak penonton,” tambahnya, menyoroti atmosfer pertandingan yang memicu semangat juang.
Mengakui Kualitas Persib, Menolak Terintimidasi
Pelatih PSIM itu mengakui kualitas Persib Bandung sebagai salah satu tim terbaik di Indonesia, terutama dari sisi individu pemain. Namun, ia dengan tegas menolak untuk terintimidasi. Laskar Mataram bertekad untuk memberikan perlawanan sengit dan mengganggu ambisi juara Pangeran Biru di kandang mereka sendiri.
