Ruas jalan nasional yang menghubungkan Trenggalek dan Ponorogo di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, kini telah kembali dibuka untuk lalu lintas. Pembukaan jalur ini dilakukan setelah sempat tertutup total akibat longsor yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Sejak Jumat (6/3/2026) malam, sistem uji coba buka tutup diberlakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pengguna jalan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengonfirmasi bahwa jalur utama antarkabupaten dan antarprovinsi tersebut mulai dapat dilintasi kendaraan sejak Jumat, 6 Maret 2026, pukul 20.05 WIB. Selama masa uji coba, kendaraan akan melintas secara bergantian dari dua arah dengan kecepatan rendah.

Proses Perbaikan dan Penguatan Jalan

Stefanus menjelaskan, pengoperasian kembali ruas arteri ini dapat dilakukan lebih cepat dari perkiraan setelah dua pekerjaan utama berhasil diselesaikan. Pekerjaan tersebut meliputi pemasangan sheet pile baja untuk penguatan bahu jalan yang ambrol dan pengerukan material longsor di balik dinding pengaman.

“Sejak Jumat malam kita lakukan uji coba namun untuk sementara bergantian dari kedua arah,” ujar Stefanus, Sabtu (7/3/2026), seraya menambahkan bahwa petugas terus memantau perkembangan di lokasi.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali berperan aktif dalam penanganan ini. Mereka telah memasang 14 sheet pile pada bahu jalan yang ambrol akibat material batu. Selain itu, pengerukan material longsor juga dilakukan menggunakan alat berat jenis long arm.

“BBPJN memasang 14 sheet pile pada bahu jalan yang ambrol. Kemudian juga dilakukan pengerukan material longsor dengan alat berat long arm,” terang Stefanus.

Imbauan Kehati-hatian dan Antisipasi Longsor Susulan

Meskipun proses pengerjaan berhasil diselesaikan lebih cepat dari prediksi awal yang membutuhkan waktu dua hari, masyarakat pengguna jalan diimbau untuk tetap ekstra hati-hati saat melintasi lokasi longsor. BPBD Trenggalek juga telah menyiapkan skenario penutupan kembali jalur jika terjadi hujan deras yang berpotensi memicu longsor susulan.

“Semoga tidak terjadi hujan deras yang dapat memicu longsor susulan. Kami menyiapkan skenario penutupan jika terjadi hujan deras,” pungkas Stefanus.

Sebagai informasi, tanah longsor di KM 16 jalur utama Trenggalek-Ponorogo di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, terjadi pada Selasa (3/3/2026) petang. Kejadian tersebut menyebabkan bongkahan batu berukuran besar menutup total badan jalan, dan petugas membutuhkan waktu dua hari untuk mengevakuasi material longsor sebelum perbaikan dapat dilakukan.