Bermain padel tetap dapat dilakukan masyarakat selama bulan puasa, namun dengan batasan waktu tertentu. Dokter RS Sari Asih Ciputat Tangerang Selatan, dr. Doni Revai, menyarankan aktivitas ini dilakukan selama 45 menit menjelang waktu berbuka puasa.
Menurut dr. Doni Revai, olahraga padel memiliki manfaat penting untuk membakar lemak, membantu memperkuat otot jantung, serta melancarkan sirkulasi darah. Untuk meminimalkan penguapan cairan tubuh, ia merekomendasikan bermain ganda di lapangan indoor dengan sirkulasi udara yang baik atau menggunakan pendingin ruangan (AC).
Pilihan Olahraga Lain yang Aman
Selain padel, dr. Doni juga merekomendasikan beberapa jenis olahraga lain yang aman dan dapat dipilih masyarakat selama bulan puasa:
- Jalan santai: Bertujuan menjaga sirkulasi darah tanpa membebani jantung secara berlebihan.
- Bersepeda santai: Ideal dilakukan di sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa atau “ngabuburit”.
- Yoga: Berfokus pada pernapasan dan peregangan otot untuk mengurangi kekakuan tubuh.
- Angkat beban ringan: Bertujuan menjaga massa otot agar tidak menyusut selama bulan puasa.
“Saat berpuasa, tubuh cenderung meningkatkan penggunaan cadangan lemak sebagai sumber energi, meski glukosa tetap digunakan dalam jumlah terbatas. Maka dari itu, hindari olahraga berat,” kata dr. Doni.
Waktu Strategis Berolahraga
Agar masyarakat tidak merasa haus atau lemas berlebihan yang berisiko membatalkan puasa, dr. Revai menyarankan untuk memilih waktu-waktu strategis. Ada tiga waktu yang dianggap paling tepat untuk berolahraga saat bulan puasa:
- Satu jam sebelum buka puasa.
- Setelah buka puasa.
- Setelah sahur.
“Menjalankan ibadah puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Meski asupan nutrisi dan hidrasi terbatas, olahraga tetap bisa dilakukan asal tahu strateginya. Kuncinya bukan pada intensitas, melainkan pada manajemen waktu dan jenis gerakan,” jelasnya.
Waspadai Risiko Kesehatan
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai beberapa risiko kesehatan saat berolahraga selama puasa, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu:
- Hipoglikemia: Risiko kadar gula darah turun terlalu rendah bagi penderita diabetes.
- Darah rendah: Aktivitas fisik saat puasa dapat memicu pusing hingga pingsan bagi pemilik tekanan darah rendah.
- Penyakit jantung: Perubahan ritme jantung dan potensi dehidrasi dapat memperberat kerja jantung.
- Maag Akut: Olahraga yang terlalu intens terkadang memicu naiknya asam lambung jika perut dalam keadaan kosong terlalu lama.
“Olahraga saat puasa adalah tentang menjaga kebugaran, bukan mengejar rekor pribadi. Dengan memilih waktu yang tepat dan jenis olahraga yang ringan, Anda tetap bisa tampil prima hingga hari kemenangan tiba,” pungkas dr. Doni Revai.
