Azzam Al-Hayya, putra dari pemimpin Hamas di Jalur Gaza sekaligus kepala negosiator, Khalil Al-Hayya, dilaporkan tewas dalam serangan militer Israel di wilayah kantong tersebut pada Kamis (7/5).

Kelompok perlawanan Palestina itu mengonfirmasi kabar duka tersebut. Hamas mengecam keras tindakan Israel yang menargetkan warga sipil dan keluarga pemimpin mereka.

Hamas Sebut Kejahatan Pengecut

“Kejahatan Zionis yang pengecut yang menargetkan Azzam Al-Hayya, putra pemimpin kelompok di Jalur Gaza dan kepala delegasi negosiasi, saudara Mujahid Dr. Khalil Al-Hayya, merupakan kelanjutan dari pendekatan pendudukan yang menargetkan warga sipil dan keluarga para pemimpin Palestina,” demikian pernyataan Hamas.

Hamas juga menuding Israel berupaya menekan kelompok tersebut setelah gagal memaksakan syarat-syarat mereka dalam perundingan untuk mengakhiri perang di Gaza.

Sebelumnya pada hari yang sama, Al Jazeera melaporkan bahwa Al-Hayya meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Luka tersebut didapat setelah serangan Israel di Distrik al-Daraj, Kota Gaza, pada Rabu.

Serangan Sebelumnya di Doha

Ini bukan kali pertama keluarga Khalil Al-Hayya menjadi korban serangan Israel. Pada 9 September 2025, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga melancarkan serangan di Doha yang menargetkan pejabat senior Hamas.

Dalam serangan tersebut, Hamas menyatakan enam orang tewas, termasuk Humam Al-Hayya, putra Khalil Al-Hayya yang lain.