Israel dilaporkan telah memperluas wilayah pendudukan di Jalur Gaza, Palestina, hingga mencakup 59 persen dari total area. Laporan ini juga menyebutkan persiapan militer Israel untuk kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong tersebut.
Informasi tersebut diungkapkan oleh Radio Angkatan Darat Israel pada Minggu (3/5). Sebelum gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025, Israel disebut menguasai sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza, menurut laporan penyiar tersebut.
Sementara itu, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyatakan bahwa militer Israel kini menguasai lebih dari 60 persen wilayah pesisir tersebut.
Persiapan Militer dan Pelanggaran Gencatan Senjata
Radio Angkatan Darat Israel juga melaporkan bahwa pejabat militer senior Israel “mendesak dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza dan meyakini bahwa saat ini adalah waktu terbaik untuk mengalahkan Hamas.”
Laporan tersebut merinci adanya persiapan militer intensif untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran. Tentara Israel dilaporkan telah mengurangi kekuatan pasukannya di Lebanon selatan dan mengerahkan kembali brigade reguler ke Gaza serta Tepi Barat.
Komando wilayah selatan Israel disebut telah menyelesaikan rencana operasional dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pertempuran jika diperintahkan oleh kepemimpinan politik.
Laporan mengenai perluasan pendudukan dan persiapan perang ini muncul di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung oleh Israel di Jalur Gaza, serta serangan berkelanjutan di wilayah Tepi Barat.
Gencatan senjata sebelumnya dimaksudkan untuk mengakhiri serangan Israel selama dua tahun di Gaza. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza.
Berita ini bersumber dari Anadolu dan telah tayang di Antaranews.com.
